NgawiPeristiwa

Pamit Merumput, Kakek Minum Racun Serangga

KENDAL – Teka-teki hilangnya Kamin, warga Dusun Tegalrejo, Widodaren, Gerih, Sabtu lalu (28/4) terjawab sudah. Kakek 62 tahun itu ditemukan  terbujur kaku dengan mulut berbusa di kawasan hutan jati masuk Desa Patalan, Kendal. Diduga, Kamin bunuh diri dengan menenggak racun serangga di lokasi kejadian. ‘’Diduga meninggal dunia karena meminum racun serangga,’’ kata Kasubbag Humas Polres Ngawi AKP Eko Setyo Martono kemarin (30/4).

Eko mengungkapkan, peristiwa yang sempat menghebohkan warga sekitar itu bermula ketika Kamin pamit kepada keluarganya untuk mencari rumput sekitar pukul 09.00, Sabtu lalu (28/4). Layaknya orang merumput, saat itu lelaki malang ini membawa beberapa peralatan. Seperti sabit, karung, tali nilon, juga topi capil. ‘’Saat itu yang bersangkutan pergi merumput dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra nopol AE 6412 TIT,’’ ungkapnya.

Hari berganti siang dan sore mulai datang. Namun, Kamin tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Pihak keluarga pun mencoba mencarinya dengan menelusuri tempat biasa pelaku bunuh diri itu merumput. Setelah melakukan upaya pencarian, pihak keluarga dibantu tim Basarnas menemukan sepeda motor yang dikendarai Kamin. ‘’Ditemukannya di jalan dekat kawasan hutan Patalan,’’ jelasnya.

Namun, pada saat itu tidak ada siapa pun di sekitar kendaraan yang ditemukan sekitar pukul 17.00 itu. Mengingat waktu sudah menjelang malam, akhirnya pencarian pun dihentikan dan baru dilanjutkan Minggu pagi (29/4). Akhirnya sekitar pukul 07.00, salah seorang petugas mantri kehutanan Patalan menemukan Kamin tergeletak di kawasan hutan Patalan tepatnya petak 24-e. ‘’Waktu ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,’’ terangnya.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan juga pemeriksaan medis tim Puskesmas Kendal, diduga Kamin meninggal akibat keracunan. Dugaan itu menguat setelah polisi menemukan botol bekas racun serangga merek Sankill ukuran 100 mililiter. Tidak hanya itu, saat ditemukan kondisi Kamin mengeluarkan busa dari mulutnya. ‘’Petugas juga tidak menemukan adanya tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban,’’ jelasnya.

Polisi turut mengamankan beberapa barang bukti dari kasus tersebut. Di antaranya seutas tali tampar warna biru sekitar satu setengah meter. Selain itu, ada sabit, karung, capil, dan satu botol air minum. Eko juga mengungkapkan pihak keluarga menolak otopsi dan menerima kejadian itu sebagai musibah. Apalagi, berdasarkan dari pengakuan keluarganya, Kamin masih dalam perawatan RSJ Surakarta. ‘’Kemungkinan besar korban depresi dan bunuh diri menenggak racun tersebut,’’ ungkapnya. (tif/c1/pra)

 

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button