Ponorogo

Paling Betah Pakai Hazmat Empat Jam

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Ponorogo Edi Kusnanto pernah mematok ukuran ideal seorang perawat menangani tiga hingga empat pasien dengan tingkat ketergantungan parsial. Apa jadinya jika dua atau tiga perawat dalam sekali sif jaga harus melayani 25 hingga 30 pasien Covid-19? ‘’Itu yang terjadi sekarang ini di masa pandemi,’’ benar Sugeng Mashudi, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPo), Kamis (5/8).

Apalagi, tenaga kesehatan itu harus mengenakan hazmat (hazardous materials) berupa alat pelindung diri (APD) level 3 selama empat jam. Gerahnya minta ampun. Sebuah tugas yang menguras tenaga luar biasa. Sugeng tak heran jika para perawat akhirnya mengalami burnout (kelelahan kerja). ‘’Sakit atau malah tertular Covid karena imunnya menurun,’’ terangnya.

Sugeng mengaku kagum ketika perawat juga harus membantu pasien membersihkan diri, menyuapi makan, dan memberikan minum. Dalam kondisi rasio antara perawat dan jumlah pasien yang jauh berimbang. Belum lagi, tenaga kesehatan itu harus mengenakan APD level tinggi karena melayani pasien dengan penyakit menular. ‘’Energi sudah terkuras saat mengenakan hazmat,’’ jelasnya. (mg7/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button