Ponorogo

Pakai Masker tapi Abai Jaga Jarak

Hasil Evaluasi Uji Coba New Normal setelah Sepekan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sepekan penerapan uji coba new normal alias normal baru dievaluasi. Kendati masyarakat semakin sadar memakai masker, namun masih banyak yang tak patuh jaga jarak. ‘’Penertiban physical distancing atau jaga jarak masih perlu diintensifkan,’’ kata Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo Agus Pramono Rabu (10/6).

Agus menilai penertiban di kawasan uji coba tatanan kehidupan baru efektif dalam meningkatkan  kesadaran masyarakat. Secara acak di setiap penertiban, pelanggar diberi sanksi ringan. Dihukum push-up atau menghafal Pancasila, lalu diberi masker gratis. ‘’Ternyata, semakin hari semakin sedikit yang tidak membawa atau mengenakan masker,’’ ujarnya.

Di sisi lain, satgas mencermati kurangnya kesadaran jaga jarak. Di tempat-tempat umum, banyak warga bergerombol tanpa mengindahkan jarak aman satu sama lain. ‘’Termasuk di Telaga Ngebel. Tingkat kunjungan sudah naik 60 sampai 70 persen. Tapi, yang dikeluhkan pengelola minim jaga jarak antar wisatawan. Budaya ngumpul-ngumpul masih ada,’’ sebut sekretaris daerah Ponorogo itu.

Agus memastikan uji coba normal baru akan dilanjutkan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, kawasan percontohan uji coba akan ditambah. Agar masyarakat semakin disiplin beraktivitas di luar rumah. ‘’Hasil evaluasi ini akan kami sampaikan ke bupati dalam bentuk telaah staf. Mungkin akan ada perluasan kawasan uji coba, karena saat ini baru beberapa titik,’’ bebernya.

Satgas juga mendapat banyak pertanyaan dari masyarakat. Terkait penyelenggaraan acara resepsi pernikahan. Agus mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyusun aturannya. Sejauh ini, tren kasus positif Covid-19 cukup baik. Dari 33 kasus positif, sebelas dirawat di rumah sakit. Itu juga jadi bahan pertimbangan dalam memutuskan aturan terbaik. ‘’Semoga protokol penyelenggaraan acara dalam waktu dekat dapat kami putuskan,’’ ucapnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close