Ponorogo

Pajak PJU Paling Besar Terdampak, Pendapatan Miliaran Berpotensi Hilang

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemkab Ponorogo berpotensi kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) miliaran rupiah imbas korona. Hasil rekapitulasi BPPKAD mencatat nilai pendapatan dari semua jenis pajak daerah dan retribusi yang berpeluang lenyap mencapai sekitar Rp 9 miliar. ‘’Beberapa pos pendapatan terdampak sekali,’’ kata Kepala BPPKAD Bambang Tri Wahono Minggu (26/4).

Pada tahun ini PAD diproyeksikan bisa mencapai Rp 295,1 miliar. Meliputi pajak daerah sebesar Rp 87,2 miliar dan retribusi Rp 18,15 miliar. Serta dari hasil kekayaan daerah yang dipisahkan senilai Rp 1,04 miliar dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 188,7 miliar. Sebagian berasal dari pendapatan BLUD, misalnya rumah sakit.

Bambang menyebutkan, secara keseluruhan terdapat sepuluh jenis pajak yang ditarik daerah. Sedangkan, yang paling terimbas pandemi Covid-19 adalah pajak penerangan jalan umum (PJU), pajak hiburan, restoran atau rumah makan, dan retribusi objek wisata.

Pajak PJU misalnya. Potensi lost income mencapai Rp 3–4 miliar. Kondisi itu terjadi karena pemerintah mengeluarkan kebijakan diskon biaya listrik bagi pelanggan PLN. Padahal, lanjut Bambang, rata-rata pajak PJU per bulan mencapai sekitar Rp 2 miliar. Bahkan, target pajak PJU sebesar Rp 24 miliar per tahun selalu terealisasi. ‘’Kalau ditotal dengan potensi dari pajak dan retribusi yang lain, total potensi pendapatan hilang sekitar Rp 9 miliar,’’ terangnya.

Kendati demikian, ada sejumlah sumber PAD yang tidak terimbas. Di antaranya, pajak bumi bangunan (PBB) serta pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). ‘’PBB masih dikenakan seratus persen, pajak BPHTB juga tidak ada diskon,’’ ujarnya.

Dengan situasi seperti ini, otomatis pemkab mesti merevisi target PAD mereka saat perubahan anggaran keuangan (PAK) nanti. ‘’Dalam penghitungan kami, pandemi diasumsikan hanya berlangsung tiga bulan terhitung April. Semoga tepat,’’ harap Bambang. (naz/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close