Madiun

Pahlawan-Stasiun Sulit Terkoneksikan, Usulan Pedestrian Tak Direspons Kementerian

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Keinginan PT KAI Daop VII Madiun dengan Pemkot Madiun sulit dipertemukan. Masing-masing punya ukuran sendiri terkait progres tukar guling lahan.

PT KAI Daop VII Madiun merelakan lahan yang diruilslag sepanjang 150 meter. Dari pertigaan Jalan Biliton ke barat hingga pertigaan Jalan dr Sutomo. Sementara Pemkot Madiun berharap lahan yang diruilslag sepanjang 434 meter. Dari pertigaan Biliton ke barat hingga tembus pertigaan Jalan Pahlawan (depan Mapolres Madiun Kota).

Kepala Bidang Akuntansi dan Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Madiun Sidik Muktiaji menegaskan, pemkot mempertimbangkan fungsi estetika tata kota. Jika lahan yang dibebaskan menuruti keinginan PT KAI Daop VII Madiun, maka jalan akan berbelok. Itu cukup berisiko bagi pengguna jalan. ‘’Lebarnya sesuai existing jalan ditambah pedestrian 4,5 meter,’’ kata Sidik.

Jika merujuk luasan objek lahan sesuai yang diinginkan pemkot, maka upaya mengoneksikan jalur pedestrian hingga stasiun dapat terwujud. Seluruh keinginan pemkot itu telah disampaikan tertulis ke PT KAI Daop VII Madiun tertanggal 3 Februari 2020. ‘’Jika masih usulan awal, otomatis tidak dapat diproses,’’ ujarnya.

Namun, sejak surat itu dikirim, hingga kini PT KAI Daop VII Madiun belum berkirim balasan surat. Jika demikian, pemkot tidak dapat melanjutkan proses tukar guling. Sebab, objek ruilslag belum jelas. ‘’Mereka harusnya memperbaiki pengajuannya terlebih dahulu,’’ tuturnya.

Jika PT KAI Dop VII Madiun telah merevisi pengajuan, selanjutnya dilakukan penilaian dari apprasial independen. Sebagai dasar persetujuan pengajuan tukar guling ke DPRD Kota Madiun. ‘’Jika belum ada, kami pun tak bisa memprosesnya. Termasuk meminta persetujuan dewan. Harus jelas dulu objek dan luasannya,’’ tegas Sidik.

Secara prinsip, pemkot tidak mempermasalahkan jika nantinya pembangunan fisik dilakukan bertahap. Hanya, pihaknya menegaskan objek dan ukuran ruilslag harus jelas terlebih dahulu. Guna meminimalkan risiko permasalahan di kemudian hari. Selama belum ada kejelasan, pemkot tidak dapat melanjutkan pembangunan jalur pedestrian ala Malioboro dari Jalan Pahlawan hingga stasiun. Artinya, upaya mengoneksikan jalur pedestrian dengan berbagai fasilitas publik, termasuk stasiun, dipastikan kandas. ‘’Selesaikan ini dulu intinya,’’ ucapnya.

Sebelumnya, Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun Ixfan Hendriwintoko mengaku tetap mendukung rencana penataan jalur pedestrian tersebut. Sayangnya, usulan pemkot yang telah diteruskan ke pusat itu sampai kini belum direspons Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perhubungan. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button