features

Pahami Laut dan Ombak

Kelasnya bukan lagi sekadar lokalan. Akrab dengan laut dan ombak sejak usia lima tahun, Salini Rengganis, surfer asal Pacitan, telah menorehkan berbagai prestasi kejuaraan surfing internasional.

Sejak kapan menekuni surfing?
Aku belajar surfing sejak usia lima tahun. Waktu itu aku baru saja pindah dari Jakarta ke Pacitan. Awalnya suka lihat orang surfing waktu aku jalan-jalan sore. Lalu coba main, ternyata seru. Bersyukur orang tuaku mendukung. Bapak sendiri yang melatih aku.

Kompetisi apa saja yang pernah kamu ikuti?
Aku mulai ikut kompetisi lokal di usia tujuh tahun. Jika dihitung, sampai sekarang sudah puluhan kali ikut kejuaraan. Tapi, yang paling berkesan saat kali pertama ikut event tingkat nasional di usia 11 tahun. Waktu itu aku menempati ranking 2. Kemudian, pada 2014 aku ikut kejuaraan Asia. Puji syukur masuk 8 besar. Aku juga pernah menjajal kejuaraan di Filipina, Malaysia, dan Thailand.

Apa saja tantangan dalam surfing?
Harus mengenali medan. Kemudian, memahami laut dan ombak. Aku sering tenggelam, terbawa arus, dan digulung ombak. Pernah juga terbentur karang sampai tangan dan kaki terluka dan harus dijahit.

Bagaimana persiapan kamu sebelum bertanding?
Tiga hari sebelum lomba aku manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengenali medan dan beradaptasi. Membaca karakter laut dan ombak. Tapi, kadang karakter ombak tiba-tiba berubah karena faktor cuaca.

Tip untuk surfer pemula?
Yang pertama, memberanikan diri dulu. Selalu semangat dan punya tekad kuat. Jangan ragu belajar dengan teman-teman yang bisa mendukung dan mengajari main surfing.

Siapa surfer yang menjadi inspirasimu?
Aku sangat mengagumi surfer asal Hawaii, Bethany Hamilton. Dia adalah surfer difabel setelah lengan kirinya diterkam hiu saat berusia 13 tahun. Pasca kejadian itu, Bethany bangkit berlatih lagi sampai akhirnya jadi surfer hebat sampai sekarang.

Tidak takut dibilang tak cantik karena berkulit kehitaman?
Selagi aku bisa melakukan yang terbaik, enjoy dengan apa yang aku lakukan, dan bisa memberikan kontribusi besar, aku merasa mencintai diriku seutuhnya. Aku cinta kulitku. Apa pun warnanya, bagiku itu tetap cantik. (fit/c1/aan/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button