PendidikanPonorogo

Pagu 45 SMPN di Ponorogo Tak Terpenuhi

Dindik Bakal Revisi Target Tahun Depan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sekolah di kota saja kekurangan siswa. Tak heran jika di pinggiran lebih parah. Di seluruh Kabupaten Ponorogo hanya 11 SMP negeri yang pagu jalur zonasi dan afirmasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020/2021 terpenuhi.

Hingga PPDB online pukul 16.00 Rabu (24/6), masih ada 45 sekolah dari total 56 SMPN yang bangku kelasnya belum terisi penuh. ‘’Sekolah-sekolah tersebut masih dapat memenuhi pagu melalui PPDB offline,’’ kata Kabid Pembinaan SMPN Dindik Ponorogo Soiran Kamis (25/6).

Sebelas SMPN yang memenuhi pagu itu tiga SMPN di Kecamatan Ponorogo (kota). Yakni, SMPN 1, 2, dan 6 Ponorogo. Selebihnya sekolah pelosok. Yakni, SMPN 1 Badegan, SMPN 1 Jetis, SMPN 2 Balong, SMPN 1 dan SMPN 2 Kauman, serta SMPN 1 Ngrayun. ‘’Ada beberapa faktor target pagu tidak terpenuhi maksimal,’’ sebutnya.

Pada PPDB 2020/2021 total pagu 56 SMPN 8.832 siswa. Sementara, angka lulusan SD sederajat tahun ini 10.200 siswa. Angka tersebut turun 200-an siswa dibanding tahun sebelumnya. ‘’Meski input turun, tapi target pagu tetap tinggi. Ini yang menyebabkan kurang maksimalnya pemenuhan pagu SMPN tahun ini,’’ klaimnya.

Selama PPDB online tiga hari, total sekitar 6.600 calon siswa yang mendaftar. Diperkirakan sekitar 400 lulusan SD memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta, madrasah, atau pondok pesantren. Untuk itu, pihaknya berencana merevisi pagu tahun depan. ‘’Penetapan pagu sebenarnya merupakan usulan setiap sekolah dengan mempertimbangkan input dari sekolah penyangga, sarana dan prasarana, serta jumlah guru,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close