Ngawi

Padi Dijarah Tikus, Petani Frustrasi

Pembasmian Tidak Membuahkan Hasil

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Para petani di Ngawi kembali dibuat frustrasi oleh hama tikus. Bagaimana tidak, meski berkali-kali dibasmi, populasi hewan pengerat itu seakan tak kunjung berkurang. Alhasil, hektarean tanaman padi rusak. ‘’Parah sekali. Baru kali ini padi rusak semua,’’ ujar Darmanto, seorang petani Desa/Kecamatan Pangkur, Rabu (11/12).

Darmanto mengatakan, hama tikus menyerang sejak beberapa minggu terakhir. Celakanya, tanaman padi yang dijarah belum lama disemai. Akibatnya, sejumlah petani harus menyemai ulang hingga tiga kali. ‘’Sebagian memilih membeli bibit ke petani lain yang sawahnya aman dari serangan tikus,’’ paparnya.

Dia menduga rusaknya ekosistem menjadi biang maraknya populasi tikus. Pun, keberadaan hewan pemangsa alami seperti ular dan burung hantu habis diburu lantaran menjadi komoditas ekonomi. ‘’Sekarang membasmi tikus pakai makanan diberi racun tidak efektif. Hewannya sudah pinter,’’ sebutnya.

Tak urung, petani harus memutar otak untuk mengamankan tamanan padinya. Selain memasang plastik, saban malam mereka berburu tikus menggunakan senapan angin. ‘’Paling sedikit semalam dapat 20 ekor, hanya di satu lahan sawah,’’ ujar Saimun, petani Desa Gempol, Karangjati.

Dia juga menyebut serangan hama tikus kali ini terbilang parah. Bahkan, sebagian lahan petani harus dibajak ulang usai tanaman yang baru berusia sekitar sebulan habis dimakan tikus. ‘’Kalau yang rusak cuma satu petak itu sudah termasuk beruntung,’’ tuturnya.

Saimun menambahkan, beberapa kali para petani memburu tikus dengan cara gropyokan. Namun, cara tersebut seakan sia-sia. Tikus tetap saja marak. Apalagi, beberapa lahan belum ditanami hingga membuat hewan pengerat itu leluasa kabur. ‘’Ada yang bekas ditanami tembakau, jadi tanahnya masih kering dan banyak lubangnya,’’ katanya.

Dia berharap pemkab ikut memikirkan solusi jitu untuk membasmi hama tikus. ‘’Kami khawatir kalau dibiarkan berlarut-larut, petani merugi banyak. Padahal, warga desa ini mengandalkan penghasilan dari tanaman padi,’’ pungkasnya. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button