Magetan

PAD Sektor Pariwisata Magetan Tahun 2019 Minus Rp 2,2 M

MAGETAN, Radar Magetan – Hingga pertengahan November ini, capaian target pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata minus Rp 2,2 miliar. Praktis tinggal sekitar 40 hari lagi untuk menutupnya sebelum pengujung 2019. ‘’Kami optimistis bisa tercapai 100 persen. Masih ada waktu,’’ kata Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan Hadi Sumarno Rabu (20/11).

Hingga pekan ini, dari target Rp 15,7 miliar tercapai sekitar 86,31 persen. Atau sekitar Rp 13,55 miliar. Meski berat, dengan tingkat kunjungan wisatawan ke objek wisata Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu, Hadi pun optimistis. Masih ada hari libur natal dan tahun baru (nataru) yang bisa diandalkan. ‘’Dua bulan Rp 2 miliar, kami pikir logis,’’ ujarnya.

Pasalnya, pada puncak liburan tersebut tingkat kunjungan ke Telaga Sarangan mencapai 10 ribu wisatawan. Sedangkan tiket masuk ke objek wisata itu Rp 20 ribu per orang. Dalam sehari, Hadi bisa meraup Rp 200 juta. Sehingga, dia tetap yakin bisa mengumpulkan Rp 2,2 miliar sebelum tutup tahun ini. ‘’Hari-hari biasa juga masih banyak pengunjung. Terutama akhir pekan, harus kami maksimalkan,’’ yakinnya.

Selain dari tiket masuk, pendapatan juga dari retribusi perahu dan kuda. Hadi menyebut, Telaga Sarangan masih memiliki daya tarik bagi wisatawan. Tak hanya warga Magetan, namun juga luar kota. Pun para perantau setiap kali pulang kampung mengunjungi landmark Magetan itu. ‘’Apalagi kami sudah membenahi Sarangan,’’ terangnya.

Tak hanya mengandalkan libur nataru, disparbud juga memperbanyak event agar dua objek tersebut ramai pengunjung. Seperti pekan lalu digelar lomba memancing di Telaga Wahyu. Harapannya,  bisa menarik masyarakat yang belum mengunjungi Magetan untuk datang. Sedangkan yang sudah pernah, akan kembali lagi. ‘’Mulai tahun ini, kami memperbanyak event. Supaya masyarakat tak hanya disuguhi itu-itu saja,’’ bebernya.

Tahun sebelumnya disparbud juga berhasil menyetor PAD 100 persen dari target. Pada 2018, targetnya memang tak sebesar tahun ini. Hanya Rp 13 miliar. Namun, peningkatan tahun ini sudah didasarkan pada penghitungan dan potensi. ‘’Setiap tahun memang selalu ada peningkatan. Kami selalu berusaha untuk mencapai target,’’ jelasnya. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button