Pacitan

Pacitan Terancam Krisis Pangan

Kemarau Panjang, Musim Tanam Padi Tertunda

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Ketahanan pangan di Pacitan kritis. Kemarau panjang membuat petani urung menanam padi. Cadangan pangan pemkab setempat untuk jatah tahun ini pun nyaris habis. ‘’Besok (hari ini, Red) persediaan pangan terakhir sebanyak 843 kilogram beras akan disalurkan,’’ kata Kabid Kerawanan dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Pacitan Sugeng Santoso Kamis (12/12).

Pihaknya mengkhawatirkan krisis pangan ini. Sebab, hingga kini banyak lahan yang belum tertanami padi. Kemarau panjang lebih dari delapan bulan membuat pihaknya ketar-ketir. Dengan kondisi itu, dipastikan musim panen bakal mundur. Petani belum bisa panen pada Januari atau Februari seperti biasa. ‘’Akan ada rentang waktu persediaan pangan masyarakat habis,’’ ujar Sugeng.

Pihaknya tidak bisa berbuat banyak menyikapi kondisi tersebut. Untuk antisipasi, organisasi perangkat daerah (OPD) ini berencana mempercepat pengadaan cadangan pangan pemkab tahun depan. Harapannya, akhir Januari beras cadangan pangan sudah masuk gudang. ‘’Antisipasi yang bisa dilakukan adalah mempercepat proses lelang,’’ tutur Sugeng.

Tahun sebelumnya, proses lelang cadangan pangan dilakukan April. Beras datang sebulan kemudian. Percepatan tersebut diharapkan mampu mengantisipasi rentang waktu masyarakat kehabisan persediaan pangan. ‘’Semoga lelangnya cepat selesai dan cadangan pangan bisa segera disalurkan,’’ ucapnya.

Diketahui, tahun ini Pemkab Pacitan menyediakan 44 ton beras untuk cadangan pangan. Persediaan itu habis pada pekan kedua Desember ini. Sementara, tahun depan dinas pangan menarget 100 ton beras. Sebanyak 85 ton bakal ditebus menggunakan APBD induk. Sementara 15 ton lagi melalui perubahan anggaran keuangan (PAK). ‘’Untuk cadangan pangan tahun depan ada kenaikan dibanding tahun ini,’’ sebutnya. (den/c1/sat)

Padi Gogo pun Berisiko Gagal Panen

KEMARAU panjang tahun ini tak hanya berdampak pada musim tanam padi sawah. Padi gogo pun terimbas. Kendati untuk lahan kering, penanaman padi gogo di Pacitan juga turun hingga 75 persen. ‘’Belum lagi risiko gagal panen untuk 25 persen yang sudah ditanam,’’ kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Dinas Pertanian Pacitan Gatut Winarso Kamis (12/12).

Lahan kering yang ditanami padi gogo tahun itu tercatat seluas 2.579 hektare. Luasan tersebut terpaut jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Gatut, naik turun luas area penanaman padi gogo sekitar 8.000 hektare. ‘’Produktivitas padi jelas turun. Karena penanaman padi sawah kurang lebih hanya satu persen dari total lahan seluas 12 ribu hektare,’’ ujarnya.

Setidaknya, masih ada 2.579 hektare padi gogo yang rata-rata ditanam sejak November lalu. Namun, tidak ada jaminan hasil panen maksimal. Kondisi yang benar-benar kering akibat kemarau tahun ini disebut berpotensi menggagalkan panen. ‘’Sampai saat ini, kami belum mendapat laporan gagal panen untuk padi gogo,’’ ungkapnya.

Penopang produktivitas padi musim tanam pertama (MP I) bergantung panen padi gogo yang tidak banyak sekaligus berpotensi gagal panen itu. Kalau tidak, dipastikan bakal benar-benar kehilangan produktivitas. Gatut mengungkapkan, lahan sawah yang tertanami padi periode ini hanya 172 hektare dari total 12,7 ribu hektare lahan sawah yang ada. ‘’Mau bagaimana lagi, kemarau panjang seperti ini,’’ ucapnya.

Menurut Gatut, solusi untuk mengatasi kondisi ini adalah pembangunan bendungan. Baik waduk maupun bendungan sungai. Dalam beberapa forum pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut. Kendati belum dilayangkan resmi usulan itu, Gatut menyebut benar-benar dibutuhkan untuk pertanian padi. ‘’Masalahnya melibatkan banyak sektor kalau tentang bendungan itu,’’ pungkasnya. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close