Pacitan

Pacitan Kembali Zona Oranye

Enam Desa Masih Ada Kasus Aktif

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Status zona kuning yang disandang Pacitan tidak bertahan lama. Kamis (20/8) daerah kelahiran SBY tersebut kembali menjadi daerah dengan risiko sedang persebaran Covid-19. Angka kesembuhan memang tinggi, mencapai 81,08 persen. Namun, kasus konfirmasi baru ikut meningkat dalam sepekan terakhir.

Terbaru Rabu lalu (19/8). Tujuh warga dilaporkan terpapar virus SARS-CoV-2. Sebelumnya, lima orang positif. Fakta itu memengaruhi penentuan zona epidemiologi.

Berdasarkan data yang dirilis Tim Gugus Tugas Penanggulangan (TGTP) Covid-19 Pacitan, terdapat 32 desa/kelurahan yang terpapar virus korona sejak Maret lalu. Namun, saat ini tinggal enam desa yang terdapat pasien terkonfirmasi dirawat. Meliputi Desa Mendolo Lor, Punung, Arjowinangun, Widoro, Tanjungpuro, dan Wonodadi Kulon.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan dr Hendra Purwaka mengatakan, angka kesembuhan kasus memang cukup baik. Namun, Covid-19 belum terkendali. Terutama imported case. ‘’Kami sekarang tidak bisa melarang warga untuk tidak pulang kampung. Tapi, kami berharap mereka tetap melapor ke RT,’’ kata Hendra Kamis (20/8).

Dengan adanya pemantauan dan pengawasan ketat dari lingkungan, setidaknya penularan lokal dapat dicegah. Sehingga, tidak menyebar seperti kasus transmisi lokal di Desa Kembang dan Desa Arjowinangun, Kecamatan Pacitan. ‘’Kalau kasus impor paling hanya bersangkutan saja yang positif. Tapi, kalau sampai telat penanganan karena minim pemantauan dari lingkungan, bisa saja virus menyebar ke keluarganya atau mereka yang kontak dengan pasien,’’ terang kepala dinas PPKB dan PPPA tersebut.

Hendra menyebut, saat ini tersisa 12 pasien terkonfirmasi yang dirawat di wisma atlet. Pihaknya optimistis untuk kembali menurunkan status risiko persebaran Covid-19 di wilayahnya. ‘’Tentu itu harus diupayakan bersama-sama seluruh elemen masyarakat,’’ tuturnya. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button