Nganu

Pacaran Kelewatan, Ortu Uring-uringan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pernikahan dini harus dilakoni Gethuk dan Cenil. Itu terjadi lantaran pasangan remaja tersebut kerap pacaran kelewat batas. Bahkan, tak jarang Gethuk mengajak Cenil menginap di rumah sang kakek. Khawatir hamil duluan, orang tua pemuda 18 tahun itu akhirnya menemui keluarga Cenil untuk melamar.

Gayung bersambut, kedua orang tua Cenil ternyata juga dibuat uring-uringan dengan ulah sang anak bersama kekasihnya. Pun, kerap menjadi bahan gosip ibu-ibu saat membeli sayuran yang dijajakan pedagang keliling di kampungnya.

Namun, karena belum cukup umur, pernikahan sejoli asal Kabupaten Madiun itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pihak KUA tidak bisa melangsungkan ijab kabul. Melainkan terlebih dulu harus mengajukan permohonan dispensasi kawin ke pengadilan agama setempat.

Beruntung, pihak pengadilan agama mengabulkan permohonan tersebut. Gethuk dan Cenil akhirnya sah menjadi pasangan suami istri. ‘’Senang akhirnya bisa menikah dengannya,’’ ujar Cenil dengan ekspresi berbunga-bunga.

Cenil mengenal Gethuk beberapa saat setelah lulus SMK. Tiga tahun menjomblo rupanya membuat dia jadi ngebet cari pasangan. Singkat cerita, sejoli itu akhirnya saling suka. Pun, ke mana-mana selalu berduaan, bahkan kerap lupa waktu. (mg2/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close