KesehatanPacitan

Pabrik Sebar Debu, Warga Kena Paru-Paru

PACITAN – Aktivitas PT Brantas Abipraya Batching Plant and Crushing di Desa Borang, Kecamatan Arjosari, membuat warga sekitar gerah. Pasalnya, kegiatan produksi pabrik di perbatasan Desa Borang-Gembong itu menimbulkan debu. Bahkan, sejumlah warga diketahui menderita sakit paru-paru. ‘’Tiap bulan harus berobat ke Malang,’’ kata Hadi Prabowo, salah seorang warga Gembong, Jumat (20/7).

Hadi mengaku mulai mengalami gangguan itu sekitar setahun terakhir. Awalnya dikira batuk biasa akibat pengaruh cuaca. Namun, batuk yang dideritanya tak kunjung sembuh. Saat diperiksakan ke rumah sakit, Hadi divonis menderita penyakit paru-paru.

Lantaran fasilitas rumah sakit di Pacitan tidak lengkap, Hadi dirujuk ke RSUD dr Saiful Malang. Mau tidak mau, pensiunan kontraktor di Gresik itu harus merogoh kocek dalam. Meski sudah mendapatkan fasilitas BPJS, setiap bulan dia harus mengeluarkan uang Rp 500 ribu untuk kebutuhan transportasi dan makan. ‘’Ini sudah jalan tiga-empat bulanan,’’ tambahnya.

Hadi menduga penyakit yang dideritanya disebabkan aktivitas produksi PT Brantas Abipraya. Pasalnya, batuk berkepanjangan yang dideritanya dialami sejak pabrik yang lokasinya hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya itu berdiri. Buktinya, debu tebal yang selalu menyelimuti rumahnya. ‘’Bisa empat-lima kali menyapu. Pintu dan jendela rumah sekarang saya tutup, ventilasi udara juga saya tutup plastik, ’’ jelasnya.

Hadi menambahkan, kondisi serupa dialami sejumlah warga lain. Keluhan yang paling sering muncul adalah rumah kotor dan berdebu. Sejatinya, kata dia, kondisi tersebut sudah disikapi perwakilan warga dengan mendatangi PT Brantas Abipraya usai Lebaran lalu. ‘’Cuma masih seperti ini keadaannya, ’’ ucapnya.

Samsudin, warga lainnya, membenarkan dirinya sempat mendatangi PT Brantas Abipraya. Kedatangan kali pertama untuk menyampaikan keluhan warga terkait aktivitas produksi pabrik. Kala itu, pihaknya bertemu perwakilan pabrik lantaran pimpinan masih pulang kampung di Malang. ‘’Waktu itu kami cuma diminta bersabar. Menunggu kabar warga lainnya yang terkena imbas,’’ terangnya.

Sementara, kedatangan kedua sempat membuatnya lega. Pasalnya, pihak pabrik mengaku sudah berupaya menekan dampak debu produksi dengan melakukan penyiraman.  ‘’Katanya dikasih air kopyokan, nanti debunya tidak ke rumah warga. Nyatanya masih ada,’’ ungkapnya.

Setali tiga uang, warga Desa Borang juga mengalami hal serupa. Namun, intensitasnya tidak begitu besar. ‘’Kalau melintas di sekitar lokasi pabrik, mata pedih karena debu beterbangan. Setiap jemput anak sekolah, saya kan lewat jalan di samping pabrik,’’ beber Dimyati, salah seorang warga.

Sayangnya, pihak PT Brantas Abipraya belum bisa dimintai konfirmasi terkait kondisi tersebut. Saat wartawan koran ini mendatangi pabrik, salah seorang petugas keamanan menyebut penanggung jawab pabrik sedang berada di Karanggede, Arjosari. ‘’Baru saja ke Karanggede,’’ tuturnya. (odi/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button