Magetan

Pabrik Rokok Bendo Tak Terurus

Sempat Disita Kejari, Belum Dikembalikan ke Pemkab

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan harus sabar menunggu. Hingga kini, organisasi perangkat daerah (OPD) itu belum bisa memanfaatkan bangunan di Kawasan Industri Rokok (KIR), Desa/Kecamatan Bendo.

Sebab, bangunan tersebut jadi barang bukti Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan. Hingga kini belum ada kepastian kapan akan dikembalikan ke pemkab. ‘’Kami hanya bisa menunggu,’’ kata Kabid Perindustrian Disperindag Magetan Ari Kuncoro Broto Senin (28/9).

Kawasan tersebut dibangun 2010 silam untuk pusat produksi rokok rakyat. Gedung kantor utama sudah selesai dibangun. Sedangkan gedung produksi belum. ‘’Tapi tersandung kasus (pengadaan lahan, Red) hingga disita kejari,’’ ungkapnya.

Selama ini bangunan yang sudah jadi tak terurus. Warga setempat memanfaatkannya untuk lapangan bulu tangkis. Bangunan bercat putih itu berdebu. Sampah plastik dan kok berserakan di halaman dan dalam gedung.

Ari menyebut sudah menyiapkan nota ke badan pendapatan, pengelolaan keuangan, dan aset daerah (BPKAD). Pun menyerahkan prosesnya ke bagian hukum. Pihaknya juga belum bisa melanjutkan proyek tersebut. ‘’Selama belum diserahkan, kami tidak bisa berbuat apa-apa,’’ ujarnya.

Terpisah, Kepala BPPKAD Magetan Suci Lestari belum koordinasi dengan kejari maupun disperindag untuk membahas pengembalian bangunan tersebut. ‘’Kami akan coba komunikasikan lagi,’’ katanya.

Proyek itu, lanjut Suci, dulu memang milik disperindag. Pihaknya akan coba menanyakan statusnya. ‘’Proses hukumnya sudah selesai, seharusnya bisa segera diurus kembali,’’ ujarnya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close