Mejayan

Overkapasitas Muatan Dump Truk Lolos Pengawasan

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Aksi protes Paguyuban Sopir Truk Madiun (PSTM) di Desa Bagi, Madiun, Kamis (11/3), bak mencubit pemkab setempat. Ternyata, regulasi terkait batas maksimal muatan kendaraan memang ada.

Hanya, selama ini lolos dari pantauan. ‘’Setiap jenis kendaraan pengangkut ada ketentuan batas maksimal muatannya,’’ kata Kasi Angkutan dan Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun Taryono, Sabtu (13/3).

Taryono menyebut, kapasitas maksimal satu unit truk dump sekitar empat kubik atau kurang lebih empat ton. Itu untuk muatan jenis curah seperti pasir dan tanah uruk. Hitungannya dari kapasitas volume bak truk. ‘’Standar ukurannya, tinggi 70 sentimeter, lebar dua meter, dan panjang 4,2 meter,’’ jelasnya.

Standar itu sesuai ketentuan yang termaktub dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat KP.4413/AJ/.307/DRJD/2020 tentang Dimensi Angkutan Barang Curah. Untuk ukuran truk dump, paling tidak dapat melintas di jalan kelas III. ‘’Asalkan muatan yang diangkut sesuai kapasitas,’’ lanjutnya.

Jika melebihi, tidak diperkenankan. Pasalnya, berpotensi membahayakan pengguna jalan atau pengendara lain. ‘’Truk dump diperbolehkan melintas di jalan minimal kelas III. Di bawahnya tidak diperkenankan,’’ bebernya.

Terkait aksi PSTM yang memprotes aktivitas truk dump jumbo di proyek pembangunan gudang Desa Bagi, Taryono sudah mengetahuinya. Namun, belum dapat memastikan truk besar di proyek itu kelebihan muatan atau tidak. ‘’Untuk memastikan berat muatan, harus dengan timbangan,’’ dalihnya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button