News

Orang Semang Di Semenanjung Malaka Termasuk Ras

×

Orang Semang Di Semenanjung Malaka Termasuk Ras

Share this article

Orang Semang Di Semenanjung Malaka Termasuk Ras – Halaman ini berisi artikel tentang seluruh semenanjung Asia Tenggara. Untuk bagian semenanjung di bawah administrasi politik Malaysia, lihat Malaysia Barat.

Nama Lokalitas: Semenanjung Tanah Melayu Kode: ms Obsolete (Melayu) समननजूठ तानह मालायू Kode: ms Old (Melayu) லிலி Obsolete (Burma) கா ஬ணு த்துர்லு Kode: Usang  (Thai)

Orang Semang Di Semenanjung Malaka Termasuk Ras

7°00’N 100°00’BT /  7.000° LU 100.000° BT / 7.000; 100.000 koordinat: 7°00’LU 100°00’BT  /  7.000° LU 100.000° BT / 7.000; 100.000

Buku Ajar Sejarah B5 Final

(Thai. สับสับคับบบ, translit. Khābs̄muthr Kra ; Malay. Peninsular Tanah Melayu ; English Malay Peninsula ) adalah sebuah semenanjung di daratan Asia Tenggara, yang memanjang sekitar 11 km dari Zuhoang. , titik paling selatan Asia; terluasnya adalah 322 kilometer dan luasnya sekitar 70.000 mil persegi (181.300 km).

Semenanjung ini berbatasan dengan Laut Andaman di Samudra Hindia di barat laut, Selat Malaka di barat daya, Selat Singapura di selatan, Laut Natuna di tenggara, dan Pulau Sumatera di barat.

Daerah ini meliputi Semenanjung Malaysia, Thailand selatan, dan ujung paling selatan Myanmar (Kowtown). Negara kepulauan Singapura juga memiliki ikatan sejarah dan budaya dengan wilayah tersebut. Penghuni pertama Semenanjung Malaka adalah orang Melayu, salah satu kelompok etnis Austronesia.

Pegunungan Titiwansa adalah bagian dari Sistem Perbukitan Tenasserim, yang membentuk dasar semenanjung, bagian paling selatan dari Pusat Cordillera, yang membentang dari Tibet melintasi Kra Isthmus. Selat Malaka memisahkan Semenanjung Malaka dari pulau Sumatera Indonesia dan Singapura melalui Selat Johor. Suku Semang adalah suku bangsa yang khas di Asia Tenggara berdasarkan warna kulit dan kesamaan fisik lainnya, terkadang disebut sebagai Negritos sebagai istilah yang merendahkan.

Baca Juga  Bagaimana Cara Menerapkan Makna Allah Maha Mengetahui

Orang Toba: Austronesia, Austroasiatik, Dan Negrito Halaman 2

Di Malaysia, istilah “Semang” (Narod Semang dalam bahasa Melayu) digunakan untuk menyebut pemburu-pengumpul yang disebut Negritos dalam bahasa Spanyol, yang berarti “negro kecil”. Sebelumnya, kelompok Semang timur disebut Pangan. Semang disebut saka di Thailand, namun istilah tersebut dianggap menghina di Malaysia.

Orang Semang di Malaysia adalah salah satu dari tiga kelompok yang dianggap Orang Asli, orang pemburu-pengumpul di semenanjung. Dua kelompok lainnya adalah Senoi dan Proto-Melayu (Melayu kuno). Semang memiliki enam subgrup: Kensiu, Kintak, Lanoh, Jahai, Mendrik dan Batek. Pemerintah Federal Malaysia telah menunjuk Departemen Pembangunan Orang Asli (Jabalan Progress Orang Asli, JAKOA) sebagai badan yang bertanggung jawab untuk mengintegrasikan Orang Asli ke dalam masyarakat Malaysia.

Pembagian pribumi menjadi tiga kategori diwarisi oleh pemerintah Malaysia dari pemerintahan Inggris selama masa kolonial. Ini didasarkan pada konsep ras, yang menurutnya negrito dianggap sebagai ras paling primitif yang memimpin gaya hidup pemburu-pengumpul. Suku Senoi dianggap lebih maju dan Proto-Melayu ditempatkan hampir sejajar dengan Melayu Muslim Malaysia.

Di Thailand, istilah Semang dan Orang Asli telah diganti dengan Sakai atau Ngopa (Ngò ‘Pa atau Ngoh Paa, secara harfiah berarti “orang (berambut) keriting/keriting”).

Keberagaman Agama Dan Kepercayaan

Secara umum penduduk benua eropa termasuk dalam rumpun ras, semenanjung malaka, indonesia termasuk ras apa, bangsa austronesia termasuk ras, penduduk jepang umumnya termasuk induk ras