Ponorogo

Operasional ACS Telan Rp 1,4 M

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pengembangan program Angkutan Cerdas Sekolah (ACS) butuh biaya besar. Dari sebelumnya pada 2017 sekitar Rp 800 juta, kini membengkak menjadi Rp 1,4 miliar. ‘’APBD yang dikerjakan itu kan tidak sekadar untuk layanan angkutan gratis, tapi masih ada sektor lainnya,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo Djunaidi Rabu (6/11).

Kendati demikian, anggaran sebesar itu belum mampu mengcover seluruh permintaan penumpang. ‘’Kemampuan daerah setiap tahun menganggarkan segitu ya itulah yang harus kita kerjakan bagaimana penumpangnya disesuaikan,’’ imbuhnya.

Total ada 43 unit ACS yang dioperasikan. Terdiri dari 16 ACS yang beroperasi di dalam kota, 6 mini bus, dan 2 mobil penumpang umum (MPU). Selebihnya angkota desa (angkudes). Dengan jangkauan layanan trayek ACS di sembilan kecamatan. Di antaranya, Sooko, Pulung, Jenangan, Sawoo, Bungkal, Sukorejo, dan Sampung. ‘’Jumlah trayeknya sekarang 26,’’ terang Djunaidi.

Meski begitu, jumlah pelajar yang bisa dicover masih terbatas. Hanya sekitar 600 pelajar setiap harinya. Sementara jumlah pelajar di Ponorogo ada sebanyak 4.500 siswa. Djunaidi menyebut persentase pelayanan masih 12 persen. Dibutuhkan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar untuk mencapai target pelayanan 30 persen sesuai dengan RPJMD. ‘’Tapi, Alhamdulillah sampai sekarang penumpang penuh,’’ ucapnya.

Djunaidi menganggap pengoperasian ACS selama ini telah mampu mengurangi angka sekaligus fatalitas kecelakaan lalu lintas pelajar. Misalnya pada enam bulan terakhir hanya terjadi sembilan kasus kecelakaan yang melibatkan pelajar.

Tapi, menurutnya, pengembangan ACS tetap bergantung pada pembiayaan. ‘’Sepanjang anggaran kami ditambah, kami siap dan akan cari penumpang lagi. Jadi, tergantung anggaran otomatis semuanya akan menyesuaikan,’’ tandas Djunadi. (dil/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button