Ngawi

Operasi Yustisi Diklaim Efektif

Tak Berbanding Lurus dengan Penurunan Kasus

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Operasi yustisi yang digelar petugas gabungan dalam beberapa hari terakhir menjadi shock therapy yang terbilang efektif. Setidaknya, kesadaran warga mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 disebut mulai pulih. ‘’Mereka yang terjaring operasi mengaku kapok melanggar prokes,’’ kata Kepala Satpol PP Ngawi Eko Heru Tjahjono Selasa (29/9).

Heru menyebut, sebelum operasi yustisi digelar, kesadaran warga taat prokes memprihatinkan. Dalam setiap operasi selama satu hingga dua jam di satu titik saja, puluhan pelanggar terjaring. Saat razia Sabtu malam lalu (26/9), misalnya, lebih dari 90 warga harus menjalani rapid test lantaran kedapatan abai prokes. ‘’Sekarang kesadaran untuk selalu pakai masker mulai tumbuh,’’ ujarnya.

Karena itu, satpol PP bersama Polres Ngawi dan instansi terkait lainnya akan mengintensifkan operasi yustisi. Tidak hanya itu, besaran sanksi denda juga bakal dinaikkan. ‘’Terakhir sanksinya bukan denda, tapi rapid test di tempat,’’ ungkapnya.

Namun, fakta yang terjadi, pelaksanaan operasi yustisi yang diklaim efektif tidak berbanding lurus dengan penurunan kasus positif Covid-19. Catatan dinas kesehatan (dinkes) setempat, hingga saat ini warga terpapar korona mencapai 150 orang. Jumlah itu termasuk tambahan lima kasus baru kemarin. ‘’Kebanyakan dari luar daerah, lalu menularkan kepada orang terdekatnya di Ngawi,’’ ujarnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button