Mejayan

OPD Lemot Serap Anggaran

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Daya serap anggaran sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Madiun belum optimal. Tak sedikit yang lemot menyedot jatah dari APBD 2021. ‘’Yang tidak prioritas, kurang prioritas, dan yang dimungkinkan tidak terealiasi tahun ini, akan dialihkan untuk penanganan Covid-19,’’ kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun Suntoko, Senin (20/9).

Diketahui total anggaran belanja di APBD 2021 Kabupaten Madiun sekitar Rp 1,8 triliun. Namun, hingga pertengahan September ini masih tersisa lebih dari 40 persen. Suntoko menyebut bahwa saat ini realisasi serapan belanja sudah mencapai 59,74 persen, kumulatif seluruh OPD. ‘’Serapan anggaran per-OPD bermacam-macam,’’ ujarnya.

Catatan BPKAD, ada 19 OPD dengan serapan di bawah 50 persen. Antara lain, bagian hukum, bagian administrasi pembangunan, DPPPKB, bagian protokol dan komunikasi pimpinan, serta bagian perekonomian. Untuk itu, sejumlah OPD yang minim serapan itu akan dijadwal ulang. ‘’Penjadwalan ulang nanti dimanfaatkan untuk penambahan alokasi penanganan Covid-19,’’ ungkapnya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button