features

Omzet Jutaan Rupiah Didapat Restu Putrianti dari Hobi Merajut

Dari Iseng Update Karya, Kini Punya Brand Sendiri

Hobi tak selamanya buang-buang uang. Sebaliknya justru menghasilkan duit. Seperti ketekunan merajut. Omzet jutaan rupiah pun mengalir ke kantong saban bulan.

SUGENG DWI, Pacitan, Jawa Pos Radar Pacitan

BERPUTAR perlahan. Gumpalan bola-bola benang itu semakin menyusut. Tertarik jemari Restu Putrianti yang terus bergerak tanpa henti. Tatapannya tak lepas dari jarum di tangannya, meliuk mengikuti benang membentuk pola-pola.

Layaknya trik sulap, gumpalan benang dalam waktu singkat berubah bentuk. Menjadi tas berukuran kecil nan indah. ‘’Kalau sudah hafal cepat buatnya, terpenting tidak ada yang keliru rajutannya,’’ kata perajin tas rajut asal Dusun Siwilan, Kayen, Pacitan, itu.

Tas tangan buatan Restu tak kalah spesial dengan rajutan lainnya. Selain berbahan kualitas A, motifnya pun orisinal. Dirancang dan dibuat sendiri. Perempuan ini butuh berbulan-bulan mengkreasikan pola hingga membuat motif yang sesuai selera. ‘’Dari dulu suka merajut. Senang bikin benda-benda rajutan,’’ ujar ibu dua anak itu.

Berawal dari iseng, seni merajut Restu mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah. Enam tahun silam dia iseng mengunggah tas rajut buatannya di media sosial (medsos). Tak disangka, karyanya disambut baik rekan-rekannya. Pun menyarankan perempuan 32 tahun itu membuka usaha rajutan. ‘’Awal 2016, saya beranikan diri buat brand sendiri, dan rajin upload di medsos,’’ ungkapnya.

Saban bulan omzet ratusan ribu hingga jutaan rupiah mengalir ke kantongnya. Kepiawaiannya merajut pun kian berkembang. Satu dompet kecil mampu diselesaikannya tiga jam. Tas ukuran sedang tuntas enam hingga delapan jam. Pun update tren. Kini karyanya merambah pasar aksesori. Antara lain konektor masker. ‘’Ini masih belajar buat sepatu, agar lebih variatif,’’ terangnya.

Pangsa pasar Restu kian berkembang. Tak hanya lokal Pacitan, namun tembus ibu kota Jakarta. Serta beberapa kota besar seperti Surabaya, Semarang, Jogjakarta, dan Madiun. Sayang, pandemi Covid-19 membuat minat pembeli merosot. Enggan berkecil hati, waktu luang di rumah dimanfaatkannya menambah stok produk. *(sat/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button