AdvertorialNgawi

Olah Limbah Jadi Barang Bernilai

NGAWI – Pemanfaatan limbah untuk diolah menjadi barang bernilai ekonomis dilakukan masyarakat desa Wakah, Ngrambe melalui Program Kemitraan Masyarakat Kemenristekdikti yang dimotori Universitas PGRI Madiun. Dengan mengolah limbah produksi tahu untuk dibuat menjadi kerupuk dan pupuk organik cair. Kegiatan tersebut diikuti oleh 60 peserta pelatihan terdiri dari Ibu-ibu PKK Desa Wakah serta Kelompok Tani Sumber Rejeki. ‘’daripada limbah tersebut tidak dimanfaatkan dan terbuang, kami olah jadi produk kuliner dan pupuk,’’ ujar Raras Setyo Retno, selaku Ketua PKM.

Menurutnya limbah produksi tahu di wilayah tersebut sangat potensial sehingga bagus untuk dijadikan bahan baku kerupuk dan pupuk. Raras mengatakan dalam hal ini ada dua jenis pemanfaatan limbah tahu yaitu dari limbah padat dan cair. ‘‘Ampas tahu masih mempunyai kandungan gizi dapat diolah menjadi kerupuk, sedangkan limbah cair kami proses menjadi POC untuk sayuran,’’ katanya.

Hampir seluruh warga memiliki kebun sayuran sebab ditunjang oleh iklim wilayah desa Wakah yang terletak di kaki gunung Lawu. Raras mengungkapkan selama ini limbah cair dari pabrik tahu hanya dibuang begitu saja. Masyarakat belum ada yang mengetahui jika limbah tersebut bisa diolah menjadi pupuk. Karenanya ini menjadi hal baru bagi masyarakat setempat. ‘’Untuk pupuk organic cair prosesnya perlu lima hingga tujuh hari untuk siap digunakan,’’ tambahnya.

Cara ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian serta keahlian masyarakat dalam membuat kerupuk dan pupuk. Tim pelatihan juga memberikan bantuan sejumlah peralatan produksi guna menunjang produktifitas warga. Selain itu setelah mengikuti program pelatihan tersebut mereka bisa memproduksi sendiri kerupuk untuk dijual menjadi oleh-oleh khas desa Wakah. Pihaknya berharap ada keberlanjutan dalam pengolahan ampas tahu menjadi produk yang bernilai jual dan bermanfaat bagi masyarakat. ‘’Ini juga untuk mendukung program kemandirian desa dari Pemkab Ngawi  khususnya di wilayah desa wisata,’’terangnya.

Pihak Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Ngawi dalam hal ini sangat mendukung program kemitraan tersebut. Dari produk olahan limbah itu nantinya akan dipasarkan dan dipajang di display ruang pameran produk unggulan Ngawi. Diharapkan setelah berlangsungnya kegiatan ini masyarakat turut berpartisipasi aktif untuk berinovasi sehingga akan menghasilkan lebih banyak lagi produk unggulan desa. (adv/rio)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button