Madiun

Okupansi Hotel-Restoran Anjlok

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sektor usaha hotel dan restoran kembali terpuruk. Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, okupansi hotel yang sempat merangkak kembali drop. Termasuk restoran. Jika PPKM darurat diperpanjang, berpotensi terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Madiun mencatat, selama PPKM darurat okupansi hotel anjlok di angka 5 persen dari sebelumnya 40 persen. Itu merupakan dampak penyekatan antardaerah. Pasalnya, mayoritas pengunjung dari luar daerah. ‘’Tamu luar kota tidak dapat masuk,’’ kata Sekretaris PHRI Aris Suharno, Minggu (11/7).

Penyebab lain, hotel juga harus menyesuaikan aturan PPKM darurat. Salah satunya, meeting room ditutup sementara. Dampaknya, agenda rapat di hotel di-cancel seluruhnya. ‘’Secara aturan kami ketat, protokol kesehatan, termasuk harus memberlakukan syarat hasil rapid test antigen kepada tamu,’’ ujarnya.

Hotel nonkarantina termasuk sektor esensial sebagaimana Instruksi Wali Kota Madiun (Inwal) 16/2021 tentang perubahan pertama Inwal 15/2021 tentang PPKM Darurat. Sesuai ketentuan dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen staf. Penyesuaiannya menerapkan sistem unpaid leave. Atau separo karyawan kerja, dan separo lainnya libur seminggu. ‘’Ada yang sudah melaksanakan itu. Antara lain Hotel Setia Budi, Hotel Merdeka,’’ sebutnya. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button