Madiun

Oksigen Langka di Pasaran, Pengusaha Ikan Hias Kelimpungan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lonjakan kasus korona ternyata berpengaruh terhadap bisnis ikan hias. Kiriman ikan dari pemasok terhenti lantaran oksigen saat ini difokuskan untuk kebutuhan medis. Kondisi pelik itu pula yang tengah dihadapi Henry Crystian, salah seorang pengusaha ikan hias.

Henry mengaku sudah sepekan ini diliputi rasa gelisah. Stok oksigen untuk ikan hias miliknya langka di pasaran seiring lonjakan kasus Covid-19. Setahu dia, produksi oksigen saat ini tengah difokuskan untuk kebutuhan medis. Praktis, pengusaha ikan hias dan akuarium itu hanya mengandalkan oksigen cadangan yang masih tersisa.

Itu pun harus digunakan dengan superhemat. Jika biasanya satu tabung besar seharga Rp 85 ribu dipakai untuk dua minggu, kini untuk keperluan satu bulan. ”Saya sudah cari sampai ke sentranya di Kediri, tapi belum dapat juga,” kata Henry.

Bagi Henry maupun pedagang ikan hias lainnya, bisnis mereka cukup bergantung pada oksigen. Sebab, sebelum ikan dikirim ke mereka, wadah yang telah terisi air diberi oksigen agar ikan di dalamnya bisa bertahan hidup hingga sampai tujuan.

Pun, jika daerah pemasok terbilang jauh, biasanya disiapkan oksigen cadangan untuk diisikan ulang saat di perjalanan. ‘’Tapi, dengan situasi begini, saya juga belum dapat kiriman ikan hias lagi. Pedagang cenderung menahan pengiriman,” urainya.

Meski pasokan oksigen terhenti, Henry tidak serta-merta menaikkan harga jual ikannya. Pasalnya, kondisi pasar semakin sepi. Transaksi disebutnya mengalami penurunan hingga 50 persen. ”Harga tidak berubah saja sudah sepi, bagaimana kalau dinaikkan, apa tidak tambah sepi,” ucapnya.

Kini, pria yang sudah membuka bisnis ikan hias sejak 1987 silam itu hanya bisa pasrah menyikapi kelangkaan oksigen di pasaran. ‘’Yang pasti (kelangkaan oksigen) berpengaruh sekali,’’ ujarnya. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button