Madiun

Oknum Ojol di Madiun Cabuli Gadis di Bawah Umur

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Akal budi SGT, 41, telah mati. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek online (ojol) itu diduga telah mencabuli SZ, 15, seorang santriwati. Parahnya lagi, ulah bejat tersebut dilakukan di tempat umum. Akibat perbuatannya, kini SGT mendekam di ruang tahanan Polres Madiun. ‘’Korban mondok di Ngawi,’’ kata Kapolres Madiun AKBP Jury Leonard Siahaan, Selasa (29/6).

Jury mengungkapkan, dugaan pencabulan itu terbongkar setelah pihak keluarga SZ melapor ke polisi. Beberapa saat berselang, petugas berhasil membekuk oknum ojol tersebut. ‘’Karena korban di bawah umur, proses hukum menggunakan UU Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya lebih berat dibandingkan UU lainnya,’’ ungkap Jury.

Dugaan pencabulan itu bermula ketika SGT mendapat orderan ojol dari SZ pada 3 Juni lalu di Ngawi. Kala itu SZ minta diantar ke rumah seorang teman. Namun, setelah sampai di tujuan, si teman sedang pergi. ‘’Korban yang asli orang Kabupaten Madiun kemudian minta diantar pulang ke rumahnya di wilayah Kecamatan Mejayan,’’ papar Jury.

Dalam situasi seperti itu, SGT mulai merencanakan akal bulusnya. Oknum ojol asal Kecamatan/Kabupaten Ngawi itu menyarankan SZ menggunakan sistem offline. ‘’Pelaku berasalan kalau memesan online lagi akan menunggu lama. Akhirnya korban mengikuti saran itu,’’ terang Jury.

Namun, SGT malah berhenti di Alun-Alun Reksogati, Mejayan. Singkat cerita, pria tersebut lantas mencabuli korban di bundaran bawah pohon beringin alun-alun setempat sekitar pukul 16.30. ‘’Korban mengaku diancam oleh pelaku sehingga tidak berani berteriak maupun berontak,’’ ungkap Jury.

Kendati tempat umum, lokasi pencabulan kala itu tengah sepi sehingga tak ada warga mengetahui kejadian tersebut. Akibat ulah cabulnya, SGT dijerat pasal 82 UU 17/2016 tentang perubahan kedua UU 35/2014 tentang perubahan atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. ‘’Tersangka terancam pidana penjara minimal lima tahun, maksimal 15 tahun,’’ tandasnya. (den/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button