Madiun

Oknum LSM Dijemput Paksa Polisi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus perusakan pagar tembok pembatas lahan milik Suraji yang diduga dilakukan oleh Bambang Dwi Kuryanto dan Slamet memasuki babak baru. Kedua tersangka dieksekusi oleh polisi di rumahnya masing-masing Selasa (25/2). Bambang dijemput paksa di Jalan Pilang Dwija, Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo. Sedangkan, Slamet di Jalan Salak.

Kanit Tindak Pidana Ekonomi (Pidek) Satreskrim Polres Madiun Kota Iptu Jarno mengatakan, upaya penjemputan dilakukan lantaran keduanya tidak kooperatif selama pemeriksaan kasus yang terjadi pada Juni 2018 lalu itu. ‘’Jadi, memang tersangka kurang kooperatif mulai dari penyidikan sampai tahap pelimpahan ke kejaksaan,’’ kata Jarno saat ditemui di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun kemarin siang.

Bambang dan Slamet disangka telah melakukan perusakan pagar tembok pembatas di lahan Suraji. Pagar yang dibangun dari batu bata itu berada di atas lahan seluas 260 meter persegi di Jalan Salak. Lahan itu sebelumnya berstatus sengketa antara Slamet dengan Suraji. Namun, Suraji memenangi gugatan perdata tersebut di pengadilan dan telah dilakukan eksekusi pengosongan.

Namun, Slamet diduga tidak terima ketika mendapati Suraji mendirikan pagar tembok setinggi 2 meter dengan panjang sekitar 5 meter di lahan tersebut. Kemudian, dia bersama Bambang merobohkan pagar. ‘’Kami datangi rumah mereka dengan membawa surat perintah dari pimpinan untuk dilimpahkan ke kejaksaan,’’ terang Jarno.

Bambang yang dikenal sebagai aktivis LSM itu, beserta Slamet, dijerat pasal berlapis oleh penyidik. Meliputi pasal 170 ayat (1) KUHP tentang pengeroyokan subsider pasal 406 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) KUHP tentang perusakan barang milik orang lain, lebih subsider pasal 412 KUHP. ‘’Untuk kasusnya di sini terkait perusakan pembatas pagar hak milik di Jalan Salak. Di situ (Bambang) ikut serta melakukan perusakan,’’ jelas Jarno.

Kasi Pidum Kejari Kota Madiun Abdul Rasyid menambahkan, setelah dieksekusi, keduanya sempat menjalani pemeriksaan di kejaksaan. Sebelum kemudian dititipkan ke Lapas Klas I Madiun. ‘’Tersangka dan barang bukti sudah diserahkan ke kejaksaan. Karena memang kronologi sebelumnya keduanya tidak kooperatif, maka kami lakukan penahanan,’’ ujarnya.

Massri Mulyono, penasihat hukum para tersangka, menyatakan bahwa pihaknya bakal melakukan upaya penangguhan penahanan kepada Bambang dan Slamet. ‘’Selaku penasihat hukum akan melakukan upaya penangguhan penahanan,’’ tuturnya. (kid/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close