Ngawi

Oknum ASN Pemilik THM Ilegal di Ngrambe Terancam Sanksi Ganda

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Sanksi ganda menanti HR, oknum aparatur sipil negara (ASN) pemilik tempat hiburan malam (THM) ilegal di wilayah Ngrambe. Jika terbukti bersalah, pria berstatus staf kecamatan itu tidak hanya akan mendapat hukuman dari pengadilan, tapi juga terancam sanksi dari inspektorat maupun badan kepegawaian pendidikan dan pelatihan (BKPP) setempat.

Inspektur Pembantu (Irban) III Inspektorat Ngawi Arif Rahmanto mengatakan, setiap ASN yang melakukan pelanggaran akan ditangani BKPP. Baik pelanggaran disiplin maupun menabrak aturan seperti yang dilakukan HR. ‘’Dulu memang di kami (inspektorat, Red), tapi sekarang semuanya dipusatkan di BKPP,’’ ujar Arif Rabu (11/12).

Setiap ASN yang terbukti melakukan pelanggaran peraturan, lanjut Arif, dipastikan bakal menerima sanksi. Ketentuannya bisa didasarkan pada undang-undang ASN yang berlaku saat ini. Namun, ketika ditanya kemungkinan sanksi yang bakal dijatuhkan pada HR, Arif belum bisa menyebutkannya.

‘’Kami belum tahu,’’ tuturnya sembari menyebut laporan terkait pelanggaran ASN berada di BKPP. ‘’Tergantung tingkat pelanggarannya juga, apakah ringan, sedang, atau berat,’’ imbuh Arif.

Jika hanya melakukan kesalahan ringan, sanksi yang diberikan bisa berupa teguran lisan maupun tertulis. Sedangkan pelanggaran tingkat sedang terancam ditunda kenaikan pangkatnya atau bahkan diturunkan. Sementara, pelanggaran berat diganjar sanksi pemberhentian. ‘’Iya, bisa sampai pemecatan,’’ ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, petugas Satpol PP Ngawi berhasil mengungkap praktik usaha tempat hiburan malam (THM) di wilayah Ngrambe yang tidak dilengkapi izin alias ilegal pada Sabtu malam lalu (7/12). Belakangan diketahui pemilik THM tersebut oknum ASN berinisial HR.

HR disangka melanggar pasal 27 Peraturan Daerah (Perda) Ngawi Nomor 1 Tahun 2017 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum. Yakni, menyelenggarakan usaha hiburan malam tanpa izin dari pihak berwenang. Sanksi yang jadi ancaman pelanggaran itu denda maksimal Rp 50 juta atau penjara tiga bulan. Rencananya, hari ini kasus tersebut bakal disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Ngawi. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button