PolitikPonorogo

Ogah Beri Harapan Palsu, NasDem Tiadakan Penjaringan Bacabup-Bacawabup

’’Daripada membuka penjaringan, lalu ada yang mendaftar, padahal niatan kami sudah eksplisit akan mengusung Pak Ipong.’’ SYAIFUDIEN DIMYATI, Ketua DPD Partai NasDem Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Dari tiga pemilihan kepala daerah (pilkada) di Madiun Raya tahun depan, boleh jadi Ponorogo yang paling adem ayem. Hingga kini, belum terlihat ada figur selain petahana.

DPD Partai NasDem setempat begitu percaya diri hingga tak membuka penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati (bacabup-bacawabup). ‘’Kami dapat perintah khusus dari DPP untuk tidak membuka penjaringan bacabup dan bacawabup,’’ kata Ketua DPD Partai NasDem Ponorogo Syaifudien Dimyati.

Pada 23 September hingga 23 Oktober lalu, DPD NasDem di berbagai daerah membuka penjaringan bacabup-bacawabup secara serentak. Udin –sapaan Syaifudien Dimyati- menyebut jika itu adalah perintah dari pusat. Namun, ada pengkhususan untuk daerah-daerah tertentu. Di Jatim misalnya. Dari 19 daerah yang menggelar pilkada, tidak semua DPD NasDem membuka penjaringan lantaran beberapa alasan. Seperti tidak adanya jumlah kursi di parlemen. Ponorogo sebaliknya. ‘’Di DPRD, NasDem punya sepuluh kursi,’’ ujarnya.

Jumlah kursi dominan di DPRD rupanya tidak menjadi alasan untuk membuka penjaringan. Mengapa? Menurut Udin, itu lantaran DPD NasDem setempat sudah jelas hendak mengusung Ipong Muchlissoni. Rencana tersebut bahkan sudah mendapat lampu hijau dari Ketua Umum Surya Paloh. ‘’Karena apa pun, calon kami sudah jelas dari kader kami sendiri, yaitu Bupati Ipong Muchlissoni,’’ sebutnya.

Karena alasan itu, Udin ogah pihaknya kelak disebut pemberi harapan palsu (PHP) jika nekat membuka penjaringan. ‘’Daripada membuka penjaringan, lalu ada yang mendaftar, padahal niatan kami sudah eksplisit akan mengusung Pak Ipong,’’ tuturnya.

Apakah NasDem akan berangkat sendiri? Udin rupanya tak berencana demikian. Modal sepuluh kursi di DPRD bukan berarti NasDem akan memberangkatkan cabup-cawabup sendiri. Sebaliknya, partai yang identik dengan warna biru tua dan kuning itu membuka ruang koalisi seluas-luasnya. Partai lain dipersilakan merapat. Bahkan, bukan tidak mungkin jika cawabup yang akan diberangkatkan mendampingi Ipong adalah kader dari partai lain. ‘’Semua masih tergantung dinamika politik yang berkembang. Nanti, hak cabup yang memutuskan akan menggandeng siapa,’’ pungkasnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close