Ponorogo

ODP Korona di Ponorogo Bertambah Satu

Sakit di Masa Pengawasan usai Pulang Ibadah Umrah

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Warga Bumi Reyog berstatus orang dalam pemantauan (ODP) terkait Covid-19 atau korona bertambah menjadi dua. Senin (16/3) seorang warga yang baru pulang beribadah umrah menyusul masuk ruang isolasi RSUD dr Harjono. ‘’Tapi kondisinya sudah membaik,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) drg Rahayu Kusdarini.

Irin –sapaan akrab Rahayu Kusdarini- mengungkapkan, ODP baru tersebut sejatinya telah pulang dari Arab Saudi pada 3 Maret lalu. Sejak itu pula dinkes menetapkan status orang dengan risiko (ODR) selama 14 hari lantaran baru kembali dari Arab Saudi yang notabene negara terjangkit. Namun, pada hari ke-13 orang tersebut sakit. ‘’Keluhannya demam, batuk, dan pilek,’’ terangnya.

Orang tersebut awalnya mendatangi RSU Aisyiyah. Namun, setelah diketahui baru pulang dari Arab Saudi, lantas dirujuk ke RSUD. Pun, lantaran sakit pada saat masa pengawasan selama 14 hari, statusnya dinaikkan menjadi ODP. ‘’Sesuai prosedurnya, statusnya naik menjadi ODP,’’ kata Irin.

Sedangkan satu ODP lainnya asal Jambon -yang terlebih dahulu dirawat di ruang isolasi RSUD- diketahui pulang dalam kondisi sakit dari Malaysia pada 10 Maret lalu. Pun, hingga kini terus mendapat perawatan intensif. ‘’Masih terus kami awasi. Di hari ketiga ini sudah membaik. Insya Allah keduanya negatif,’’ tuturnya.

Data Dinkes Ponorogo, jumlah ODR kini total sebanyak 303. Meningkatnya angka tersebut menyusul banyaknya warga yang pulang dari luar negeri. ‘’Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk mencegah penyebaran Covid-19 masuk ke Ponorogo. Ini perlu partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,’’ tegas Irin.

Ketua Tim Penanganan ODP RSUD dr Harjono dr Krisbiyanto mengatakan, satu ODP baru tersebut masuk rumah sakit kemarin pagi dan langsung ditempatkan di ruang isolasi. Sejauh ini, kata dia, tidak ditemukan gejala Covid-19.

‘’Karena berstatus ODP, kami rawat sendiri. Tidak dirujuk ke RSUD dr Soedono, Kota Madiun. Di sana hanya menangani yang berstatus PDP (pasien dalam pengawasan, Red),’’ ujarnya sembari menyebut pihaknya untuk sementara baru menyiapkan dua ruang isolasi. (naz/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button