Ngawi

Objek Wisata Ngawi Mati Suri

Tutup Sementara Cegah Penularan Virus Covid-19

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Dua objek wisata yang dikelola Pemkab Ngawi mati suri. Museum Trinil dan Tawun tidak menerima kunjungan wisatawan hingga akhir bulan ini. Instruksi yang dikeluarkan Jumat (20/3) itu untuk memutus rantai penularan Covid-19. ‘’Surat resminya memang belum ada. Tapi, secara lisan sudah kami sampaikan untuk tutup sementara,’’ kata Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi Totok Sugiharto Jumat (20/3).

Instruksi penutupan sementara wisata di Bumi Orek-Orek sudah mendapat lampu hijau dari Bupati Budi Sulistyono. Juga dikoordinasikan dengan dinas kesehatan (dinkes) dan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Kebijakan serupa telah dilakukan 21 kota/kabupaten di Jawa Timur terhitung Kamis lalu (19/3). ‘’Hal itu juga jadi dasar pertimbangan melakukan penutupan sementara,’’ ujarnya.

Totok menyebut, rencana awal penutupan wisata sampai 29 Maret. Namun, tanggal itu masih prematur. Bila pandemi Covid-19 tidak segera berakhir atau bahkan lebih parah, tempo penutupan bisa diperpanjang. ‘’Kami perlu melihat kondisi dan situasi lebih lanjut,’’ tuturnya.

Penutupan tentu berdampak pada kemampuan mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Target PAD tahun ini Rp 590 juta. Tawun diberi porsi terbesar sekitar Rp 400 juta. Bila ditutup selama dua bulan sesuai masa tanggap darurat pemerintah, PAD bisa meleset puluhan juta.

Disparpora pilih tidak egois dengan mementingkan urusan PAD. Kemaslahatan orang banyak diutamakan. ‘’Bagaimana caranya mengejar (kehilangan PAD) akan dipikirkan nanti. Yang penting sekarang langkah aman dulu,’’ ujarnya.

Totok menambahkan, objek wisata yang dikelola swasta juga diimbau untuk tutup sementara. Termasuk biro perjalanan dan restoran. ‘’Kami hanya bisa mengimbau, kalau memberhentikan belum berani,’’ ucapnya.

Di luar kebijakan pemkab, Hargo Dumilah Group telah lebih dulu melakukan penutupan sementara tempat wisatanya. Yakni, Srambang Park, Suwono Park, dan Monumen Soerjo sejak Rabu lalu (18/3). ‘’Penutupan atas dasar surat edaran dari Perhutani,’’ kata Hariyanto, owner Hargo Dumilah Group.

Semi-lockdown tempat usaha Hariyanto telah disampaikan kepada pemkab lewat surat tembusan. Faktor utamanya agar tidak ada kejadian penyebaran virus Covid-19 kepada wisatawan. ‘’Untuk rumah makan tetap buka. Tapi tetap dengan kewaspadaan ekstra,’’ terangnya. (tif/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button