featuresNgawi

Nyantai di Awal, Full Power saat Lahap Tanjakan

Menyandang predikat King of Mountain (KoM) tak pernah dinyana oleh Nova Nur Dinata. Pemuda 24 tahun itu tak terbendung di kategori road bike lokal under 40 Srambang KOM 2018 dengan catatan waktu 0:29:34. Apa rahasianya?

TANJAKAN menjelang garis finis masih lekat di kepala Nova Nur Dinata. Habis-habisan dia mengerahkan tenaga menaklukkan jalur curam masuk wilayah Desa Girimulyo, Jogorogo, itu. Kemiringan rute dengan deretan jati tersebut masih tertancap kuat di ingatannya. Sembari napasnya terengah-engah dan kaki terus berputar mengayuh pedal, dia menikmati sajian panorama sekalian payah yang dirasa. ‘’Seperti nggak habis-habis tanjakannya,’’ kenang Nova.

Peluh yang menjalari sekujur tubuh serasa mengering seketika saat mata Nova menangkap gapura finis berkelir biru. Riuh dentingan marching band penyambut pun menyulut semangatnya di detik-detik terakhir. Nova akhirnya berhasil menaklukkan rute sekitar 52 kilometer dengan Polygon Helios warna hitam kesayangannya. ‘’Lumayan menantang tanjakannya,’’ ujarnya.

Tak dinyana, roda depan sepedanya menjejak finis tercepat hingga Nova ditahbiskan sebagai KOM kategori road bike lokal under 40. Dia tidak menyangka bisa berkalung medali emas dan berdiri di podium tertinggi. Sedari mendaftar beberapa hari menjelang pelaksanaan event, posisi tiga besar pun tidak terbayang.

Pemuda asal Jalan Halim Perdana Kusuma, Tajug, Ponorogo, itu tak henti menoleh ke kanan-kiri ketika namanya dipanggil sebagai juara. ‘’Pas finis, saya lihat ada beberapa cyclist di depan. Saya kira lokal, ternyata open semua,’’ kata Nova.

Senyumnya melebar saat mengangkat papan juara I. Nova berdiri sejenak di podium. Sementara rekan-rekannya dari West Wilis Road Bike (W2RB) mengabadikan momen tersebut dengan jepretan kamera. ‘’Ini kompetisi pertama saya dengan road bike,’’ terang mahasiswa semester VII Unmuh Ponorogo itu.

Nova ternyata belum lama menunggangi road bike. Belum genap dua tahun dia duduk di sadel jenis sepeda yang dirancang khusus untuk balapan itu. Sulung pasangan Nur Khasanah dan Sabarudin ini lebih dulu akrab dengan mountain bike (MTB). ‘’Dulu iseng-iseng nyoba waktu gowes dengan teman-teman MTB. Akhirnya keterusan sampai sekarang,’’ ungkapnya.

Melaju dengan kecepatan tinggi serta tanjakan demi tanjakan menjadi akrab dengannya. Nova biasa mengeluarkan sepeda balapnya dua sampai tiga kali sepekan. Rute yang dipilihnya sekitaran Kota Reyog. Sesekali dia menjajal wilayah Kecamatan Poncol, Magetan. ‘’Kadang saya selingi dengan berenang untuk menjaga kondisi fisik,’’ ucapnya.

Nova tidak memiliki jurus khusus hingga sukses menyabet gelar KOM. Mulai start, dia mengayuh pedal dengan ritme mengalir. Baginya, yang terpenting saat itu adalah ketika berada di tanjakan. Full power menjadi sesuatu yang wajib saat menanjak. ‘’Mesti pinter-pinter ngatur napas juga,’’ ujar Nova.

Mengerahkan power sedari start haram hukumnya bagi Nova. Pada event Srambang KOM 2018 Sabtu lalu (13/10), dia memilih nyantai di awal. Kecepatan mulai ditambahnya perlahan menyesuaikan kesiapan otot. Nova enggan meningkatkan tempo kayuhan sebelum kaki terasa enak.

‘’Tenaga benar-benar saya habiskan setelah istirahat di SD itu. Terutama ketika masuk tanjakan yang kiri-kanannya hutan jati. Saat itu saya usahakan betul menyeimbangkan antara mengayuh dengan bernapas. Biar tidak kecapekan,’’ paparnya. ***(deni kurniawan/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button