Madiun

Noor Aflah Tak Lelah Sampaikan Informasi meski Terkadang Dinyinyiri

Menghadapi publik diperlukan kecakapan, ketegasan, dan kelugasan komunikasi. Di masa pandemi ini, Noor Aflah dipercaya menjadi juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun.

ASEP SYAEFUL BACHRI, Jawa Pos Radar Madiun

MALAM Lebaran kemarin menjadi saat berkesan bagi Noor Aflah. Di saat masyarakat beramai menyambut hari kemenangan, dia masih harus menyiapkan data untuk press conference setelah pasien pertama Covid-19 dinyatakan sembuh. Dalam setiap konferensi pers Covid-19, pria 44 tahun itu wajib membersamai Wali Kota Maidi selaku ketua TGTPP Kota Madiun. ‘’Waktu itu sudah jam sebelas malam. Hanya sarungan dan berpakaian seadanya, saat itu saya bergegas ke balai kota,’’ ujarnya.

Posisinya sebagai jubir TGTPP Covid-19 membuat pria yang berdomisili di Jalan Aneka Sari, Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, itu dituntut tegas. Penunjukan pria asal Jepara ini bukan tanpa sebab. Sebagai asisten sipil negara di Diskominfo Kota Madiun, Aflah memang dikenal lugas saat berhadapan dengan awak media. Pembawaan itu yang membuat Maidi memercayakan posisi jubir Covid-19 kepadanya. ‘’Teman-teman di dinas juga selalu support data kepada saya,’’ terangnya.

Hampir setiap hari, Aflah pun menjalin komunikasi dengan Jawa Pos Radar Madiun. Seiring intensitas pemberitaan seputar Covid-19 yang senantiasa dinantikan masyarakat.

Setiap informasi publik tentang perkembangan Covid-19 didapatkan dari berbagai OPD di Kota Madiun. Kemudian dikelola TGTPP Covid-19 Kota Madiun sebelum disampaikan kepada publik. Sehingga tercapai transparasi informasi publik. ”Untuk update data,  setiap hari janjian dengan dinkes (dinas kesehatan) untuk menyampaikan data terbaru setiap pukul 14.00. Ada atau tidak ada penambahan, kami selalu update setiap hari,’’ jelasnya.

Tugas Aflah sebagai jubir TGTPP Covid-19 Kota Madiun bukan tanpa risiko. Sebagai garda depan penyambung informasi pemkot, tak jarang mendapatkan komentar tak menyenangkan di media sosial. Nyinyiran beberapa netizen kerap dia terima. ‘’Karakter netizen itu kan beda-beda. Jika itu kritikan seharusnya disampaikan dengan baik. Sehingga kami dapat menerima dan mengevaluasinya. Terkadang saya kesal dan habis kesabaran tatkala kritikan itu tidak disampaikan dengan baik. Alih-alih mengkritik, mereka lebih cenderung nyiyir di media sosial,’’ ungkapnya.

Saat turut menertibkan di lapangan, Aflah pun kerap menyayangkan beberapa warga khususnya anak muda yang terkesan apatis dengan bahaya korona. Ngeyel saat diperingatkan. Berkerumun tanpa memedulikan jarak dan tidak mengenakan masker. ‘’Padahal peringatan kami berikan semata demi kebaikan mereka,’’ tuturnya. ***(fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close