Ponorogo

Nonton Jaranan Thek di Masa AKB

Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Capai 199

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kesenian jaranan thek mendapat lampu hijau untuk bisa pentas kembali. Syaratnya, wajib menerapkan protokol adaptasi kebiasaan baru (AKB). Setelah berbulan-bulan vakum, seni pertunjukan tradisional tersebut dipentaskan perdana di GOR Singodimedjo Minggu (2/8).

‘’Ada 12 item administrasi rekomendasi yang harus dipenuhi penyelenggara pentas kesenian seperti jaranan thek ini,’’ kata Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Judha Slamet.

Sama seperti reyog obyok setiap tanggal 11, sejumlah ketentuan wajib ditaati pelaku seni jaranan thek. Misalnya, memakai masker atau pelindung wajah, sarung tangan, dan jaga jarak. Sementara penyelenggara acara, wajib menyediakan fasilitas cuci tangan dan memastikan penonton juga mematuhi protokol Covid-19. ‘’Jumlah pengisi acara termasuk pemain maksimal 30 orang. Peralatan apa pun tidak boleh bergantian antarkru,’’ jelasnya.

Penyelenggara juga wajib memastikan penonton jaga jarak. Karena itu, tempat pementasan harus terbatas. Tidak terbuka dan ditonton khalayak. Penonton dibatasi 50 hingga 60 persen dari total kapasitas tempat. ‘’Boleh di ruang terbuka tapi tetap harus ada pembatasan. Durasi pertunjukan juga hanya dua jam,’’ kata Judha.

Bupati Ipong Muchlissoni menyaksikan langsung pementasan perdana jaranan thek kemarin. Ipong menyebut pengelola acara harus lebih tegas menerapkan protokol Covid-19. Penonton tidak boleh berkerumun. Pementasan di ruang tertutup dinilai lebih efektif. ‘’Kalau di dalam ruangan, bisa diantisipasi. Kalau di luar ruangan, perlu kerja keras menertibkan penonton. Karena yang paling sulit memang jaga jarak,’’ sebut bupati.

Ipong minta masyarakat disiplin. Sebab, kasus terkonfirmasi Covid-19 juga masih terus bertambah. Kemarin ada tambahan satu kasus baru. Membuat kasus kumulatif berjumlah 199. Terperinci, 172 pasien sudah sembuh, 5 pasien meninggal dunia, dan 22 orang isolasi. Saat sektor kehidupan masyarakat mulai berangsur pulih, protokol Covid-19 harus jadi kebiasaan baru. ‘’Tetap perlu ingat, Covid-19 masih ada dan menunggu kita lengah,’’ ujarnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close