Madiun

Nomor WA Kepala Kemenag Kota Madiun Dibajak

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Madiun Sutoyo terkejut bukan kepalang saat menerima WhatsApp (WA) dari Kepala Kemenag Kota Madiun Ahmad Munir Rabu (29/7).

Lewat pesan itu, Munir meminjam uang Rp 10 juta dan berjanji akan dikembalikan pukul 10.00 hari ini (30/7). ‘’Di WA itu saya sempat bertanya. Ini Pak Munir ya? Jawabnya iya. Saya kurang yakin, masa Pak Munir pinjam uang,’’ kata Sutoyo kemarin.

Kecurigaan Sutoyo semakin kuat saat menghubungi nomor WA Ahmad Munir di-reject. Seketika itu Sutoyo teringat kabar dari temannya yang seorang rektor perguruan tinggi di Kudus, Jateng, pernah dibajak oknum tak bertanggung jawab. Untuk menjawab keraguannya, Sutoyo menghubungi Agus Burhani, Kasi Bimas Kemenag Kota Madiun. ‘’Dari situ saya dapat penjelasan bahwa nomor WA Pak Munir dibajak. Sebenarnya sudah mau saya transfer,’’ ungkapnya.

Saat aksi penipuan dilancarkan terhadap Sutoyo, Munir sedang menghadiri acara di Lapas Pemuda Kelas II Madiun. Sepanjang acara itu, dia menerima dua kali panggilan dari seseorang yang tidak dikenal sekitar pukul 10.00. ‘’Panggilan pertama saya jawab, tapi saya biarkan di meja. Agar yang telepon itu tahu kalau saya sedang ada acara,’’ terang Munir.

Panggilan kedua, Munir tidak menanggapi lantaran masih fokus pada kegiatan di lapas tersebut. Setelah acara selesai sekitar pukul 11.15, Munir menerima panggilan melalui nomor reguler dari Agus Burhani. Mengabarkan bahwa nomor WA miliknya telah dibajak. ‘’Seketika itu saya langsung cek WA. Tapi sudah tidak bisa dibuka,’’ bebernya.

Dari lapas, Munir bergegas menuju provider nomor seluler yang digunakannya. Setelah itu, Munir melaporkan kejahatan komunikasi itu ke Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Madiun. Agar aksi serupa yang mencatut namanya tidak menyasar nomor kolega lain terutama di lingkup Pemkot Madiun. ‘’Nomor saya yang reguler itu kan tidak ada WA-nya. Selang lima menit Pak Sutoyo telepon mengonfirmasi itu,’’ jelasnya.

Akibat ulah usil itu, Munir tak henti-hentinya menerima konfirmasi dari seluruh kerabat, rekan kerja, dan orang-orang yang dikenalnya. Mulai dari pejabat di Kota Madiun, Palembang, Surabaya, hingga Jakarta. Setelah WA-nya diaktifkan kembali dengan nomor lain, dia segera menyebarkan pesan berantai ke seluruh kontak di handphone-nya. ‘’Saya sampaikan bahwa nomor WA saya dibajak,’’ tuturnya.

Namun, Rif’an tak seberuntung Sutoyo. Keponakan Munir yang berada di Malang itu telanjur mentransfer Rp 300 ribu ke nomor rekening yang diarahkan. Pelaku yang menyaru kepala Kemenag Kota Madiun itu berdalih minta kiriman uang untuk beli pulsa. ‘’Teman saya di Jiwan juga kirim Rp 200 ribu berupa pulsa,‘’ ungkapnya.

Munir melaporkan pencatutan namanya ini ke Polres Madiun Kota. Tanda bukti laporan pengaduan dengan Nomor TBP/414/VII/RES.I.11/2020/JATIM/RES MDN KOTA diterima dan ditandatangani Sujarno, anggota yang bertugas jaga piket. Munir berharap polisi mengusut tuntas kejahatan komunikasi yang telah mencoreng nama baiknya itu. ‘’Khawatirnya ada korban lagi dan beruntun,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close