Advertorial

Nomor 2 di Jatim, Ponorogo Punya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Ponorogo memang istimewa. Di seantero Jawa Timur, baru Surabaya dan Ponorogo yang punya stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Peresmian berlangsung Kamis (25/3) menandai beroperasinya dua SPKLU di depan kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ponorogo. ‘’Untuk tiga bulan ke depan gratis charging bagi yang memiliki kendaraan listrik. Silakan datang ke SPKLU,’’ kata Manajer PT PLN UP3 Ponorogo Redi Zusanto.

SPKLU yang buka 24 jam itu mampu men-charge empat unit mobil sekaligus. Ada dua pilihan daya bagi kendaraan roda empat. Yakni, fastcharging selama tiga jam dan charging standar yang butuh waktu sekitar sembilan jam pengisian.  ‘’Kalau estimasi pengisian untuk motor listrik sekitar tiga jam. Mulai baterai nol sampai 100 persen,’’ terang Redi.

Dia berani menjamin SPKLU-nya sesuai dengan standar keamanan internasional. Sebab, soket pengisian sudah tahan air maupun debu. Redi mengklaim kendaraan listrik lebih hemat biaya 65 persen. Motor berbahan bakar pertamax dengan jarak tempuh 50 kilometer menghabiskan biaya Rp 9 ribu. Sebaliknya, motor listrik hanya berbiaya Rp 2.900 dengan jarak tempuh yang sama. ‘’Masyarakat perlu lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dengan beralih ke kendaraan listrik,’’ pinta Redi.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memberikan apreasiasi ke PLN UP3 Ponorogo yang berupaya memberikan layanan terbaik ke pelanggan. Sebelum SPKLU, aplikasi PLN Mobile lebih dulu diluncurkan demi layanan lebih cepat dan praktis. Selain itu, keringanan pembayaran rekening listrik untuk pelanggan golongan 450 VA dan golongan 900 VA. ‘’Pemkab Ponorogo selalu mendukung kebijakan yang pro-masyarakat,’’ kata Sugiri yang kemarin diwakili Asisten Sumani.

Serampung acara peresmian SPKLU, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Ponorogo sempat menjajal motor listrik. Mulai dari kantor PLN UP3 Ponorogo ke utara hingga Terminal Seloaji pergi-pulang (PP). Sumani langsung mengacungkan jempol tangan kanannya. ‘’Nyaman, mudah dikendarai, dan tidak ada getaran mesin,’’ kesan pertama Sumani. (fac/hw/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button