Madiun

Nilai Tawar Lelang Parkir Tahun Ini Turun Rp 500 Juta

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Opsi kerja sama kembali dijajaki Pemkot Madiun dalam hal pengelolaan parkir tepi jalan umum. Pihak swasta digandeng untuk mengelola “ladang basah” pendapatan asli daerah (PAD) tersebut. Pekan lalu pihak panitia lelang telah memutuskan CV Nava Lintang Mukti sebagai pemenang tender pengelolaan parkir tepi jalan umum selama setahun. Rekanan asal Jalan Cendrawasih itu menawar Rp 2,646 miliar.

Angka penawaran tersebut sebetulnya jauh dibandingkan yang diajukan oleh pengelola sebelumnya PT Bumi Jati Mongal Permai. Dua tahun lalu rekanan tersebut menawar hingga Rp 3,13 miliar. Hanya pihak panitia lelang kemudian menurunkan grade dengan alasan karena pandemi Covid-19. “Namun ketika pandemi sudah berakhir dalam masa perjalanan kontrak itu pihak rekanan diharuskan melakukan adendum kenaikan (target setoran) sekitar 10 persen. Tapi, selama masih pandemi mereka dilarang melakukan adendum keringanan. Karena (penawaran) sudah turun Rp 500 juta,” terang Ketua Panitia Lelang Pengelolaan Parkir Tepi Jalan Umum Sidik Muktiaji, Selasa (9/2).

Selain itu, hasil penelusuran Jawa Pos Radar Madiun diketahui bahwa CV Nava Lintang Mukti selaku pemenang lelang ternyata mempunyai dua alamat berbeda. Sebelumnya, rekanan itu sempat terdaftar di Jalan Puspowarno, Kelurahan Sogaten, Kecamatan Manguharjo. Namun demikian, dalam NIB (nomor induk berusaha) yang tertera di DPMPTSP Kota Madiun tercatat beralamat di Jalan Cendrawasih. “Di dokumen penawaran NIB-nya tercatat Jalan Cendrawasih. Dan itu yang kami jadikan pegangan karena memang sudah diklarifikasi,” kata sekretaris BKAD itu.

Sesuai syarat yang telah ditentukan, Sidik menambahkan pihak rekanan diharuskan menyediakan jaminan sebesar 3/12 dari nilai penawaran atau sekitar Rp 661 juta. Dengan harapan uang itu dapat ditarik oleh pemkot apabila pihak rekanan gagal menyetorkan pemasukan sesuai yang disepakati sebesar Rp 220 juta per bulan. “Kami juga syaratkan mereka untuk mempekerjakan juru parkir (jukir) yang sudah ada saat ini,” ujarnya.

Dari hasil kerja sama tersebut pihak CV Nava Lintang Mukti berkesempatan untuk mengelola 51 titik parkir di tepi jalan umum yang telah ditentukan oleh dinas perhubungan. Guna merendam konflik serupa seperti tahun sebelumnya terulang, pihak rekanan dianjurkan untuk menggelar sosialisasi kepada jukir. Mereka juga dilarang memungut retribusi parkir diluar ketentuan perda yang ada. “Untuk penandatanganan kontrak diperkirakan akan dilakukan pada 22 Februari mendatang,” kata Sidik. (her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button