Nganu

Nikah Dini karena Tak Betah LDR-an

Jawa Pos Radar Madiun – GIRANG hati Cenil mengetahui dirinya dinyatakan lulus SMA. Pun, gadis 18 itu tak ingin lama-lama menganggur. Namun, lantaran masih nihil pengalaman, ditambah adanya pandemi korona, Cenil tak kunjung mendapat pekerjaan.

Di tengah kegabutannya berdiam di rumah, Cenil mengenal Gethuk, 22, lewat media sosial. Merasa satu frekuensi, keduanya lantas ketemuan. Sejak itu, komunikasi semakin intens hingga akhirnya tumbuh benih-benih cinta. Singat cerita, Cenil dan Gethuk jadian.

Sifat Gethuk yang perhatian membuat Cenil semakin lengket. Nyaris hampir setiap hari Cenil minta sang pujaan hati menyempatkan waktu menemui barang sebentar.

Namun, kebersamaan itu tidak berlangsung lama. Suatu ketika Gethuk dipindahtugas ke Surabaya. Tak pelak, Cenil menangis kejer. Sejak itu, Cenil seperti kehilangan separo jiwanya. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak.

Sejak itu, Cenil terpaksa menjalani hubungan secara long distance relationship (LDR). Namun, baru beberapa hari Cenil tak betah hingga akhirnya minta kepada orang tuanya agar dinikahkan dengan Gethuk.

Melalui berbagai pertimbangan, pihak Cenil maupun keluarga Gethuk menyetujui rencana pernikahan itu. Namun, saat ke KUA, pengajuan nikah Cenil ditolak karena masih di bawah umur. Pernikahan baru terwujud setelah gadis itu mendapatkan dispensasi pernikahan dari pengadilan agama (PA). ”Sudah tidak bisa dipenggak (keinginan Cenil menikah),” ujar Lopis, ibu Cenil. (irs/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button