Pacitan

Nguri-uri Tradisi, Para Santri Mainkan Brojogeni

Puasa Mutih sebelum Tanding

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kompetisi sepak bola api alias brojogeni melibatkan para santri di alun-alun Pacitan Sabtu malam (9/11). Di balik keseruan dan tujuan khusus dalam kegiatan ala pondok pesantren tersebut, puluhan peserta mendapat fasilitas salon secara gratis. ‘’Bulu kaki saya habis,’’ kata Matori, 24, salah seorang pemain brojogeni usai bertanding.

Keringat bercucuran di badan para pesepak bola api. Kaki mereka dipenuhi noda hitam akibat bola api. Bola khusus itu berupa kelapa kering yang direndam minyak tanah beberapa hari sebelum dipakai bertanding. Kendati para santri tidak merasakan sakit, berebut bola api untuk saling melesakkan ke gawang lawan menyisakan kepuasan tersendiri. ‘’Kalau capek itu pasti. Alhamdulillah, tidak ada yang kenapa-kenapa,’’ ucap santri asal Desa Ngreco, Tegalombo, itu.

Matori menuturkan, tidak sembarangan untuk bisa bermain brojogeni. Mesti ada ritual khusus untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ya, para pemain berpuasa mutih selama tiga hari sebelum bertanding. Itu dimaksudkan untuk memantapkan niat dan berdoa memohon perlindungan. ‘’Tidak ada apa-apa, cuma ada kesulitan tersendiri dibanding sepak bola biasa,’’ ujarnya.

Abdul Malik, koordinator brojogeni, mengatakan bahwa sepak bola api  merupakan salah satu tradisi pesantren yang sudah ada sedari dulu. Dengan tujuan nguri-uri budaya, sepak bola api digelar melibatkan para santri yang sudah mendapat pendidikan dan pelatihan banser. ‘’Malam ini ada empat tim perwakilan dari zona barat, timur, utara, dan selatan yang bertanding. Masing-masing tim sembilan santri, tiga di antaranya pemain cadangan,’’ terang Abdul.

Abdul mengungkapkan, brojogeni bukan sekadar bermain sepak bola api. Ada makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Bola api diibaratkan sebagai amarah. Sehingga, para santri harus bisa meredam hawa nafsu yang terwakili panas api. Pun ada unsur media dakwah untuk meningkatkan keimanan para santri. ‘’Pemain brojogeni harus punya keyakinan penuh supaya tidak terbakar kakinya. Salah satu caranya adalah dengan puasa mutih itu,’’ pungkasnya. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button