Ngawi

Ngrayudan Zona Merah Longsor

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Puncak musim penghujan yang diperkirakan jatuh pada bulan ini patut diwaspadai. Terutama bagi warga wilayah Lawu utara. Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi, 13 desa yang tersebar di Kecamatan Sine, Ngrambe, Jogorogo, dan Kendal rawan bencana longsor dan tanah gerak.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Ngawi Suyanto menyebutkan, potensi tanah longsor dan tanah gerak itu tidak terlepas dari topografi wilayah yang terdapat banyak lereng curam. Selain itu, dipicu kerusakan ekologi. ‘’Pendataan itu kami lakukan bersama Perhutani BKPH Lawu Utara,’’ ujarnya Minggu (21/2).

Dia mengatakan, luasan potensi longsor tertinggi di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, yakni 52,8 hektare. Disusul Pandansari, Sine (48,6 hektare); Girikerto, Sine (32,1 hektare); dan Desa/Kecamatan Poncol (27,5 hektare). ‘’Kerusakan ekologi di lereng Lawu utara mayoritas disebabkan alih fungsi hutan,’’ bebernya. (mg3/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close