features

Ngobrol Bareng Pasangan Musisi Arda Naff dan Tantri Kotak

Pasangan musisi Arda Naff dan Tantri Kotak pada Kamis malam (24/6) sempat menjadi narasumber podcast di studio mini Radar Madiun Digital. Di acara itu keduanya banyak bercerita seputar aktivitasnya di masa pandemi.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

Dengarlah sayangku
Kaulah pelabuhan terakhirku
Tak kan bisa kujalani waktu
Tanpa dirimu

PENGGALAN lagu berjudul Pelabuhan Terakhir itu terdengar merdu saat dinyanyikan Hatna Danarda dan Tantri Syalindri Ichlasari di sela podcast di studio mini Radar Madiun Digital Kamis malam (24/6). Pasangan suami istri yang merupakan vokalis Naff dan Kotak Band itu mampir ke kantor Jawa Pos Radar Madiun sebelum kemarin mengikuti event gowes Kota Madiun Night Cycling.

Dalam podcast itu, Arda –sapaan akrab Hatna Danarda- dan Tantri bercerita banyak seputar aktivitasnya sejak pandemi Covid-19 melanda. Baik sebagai musisi maupun pasangan suami istri. ‘’Tiga bulan pertama cuma bengong di rumah. Tapi, belakangan mulai ada job meski virtual. Kami (bersama personel Naff lainnya) juga mulai menggarap album,’’ ungkap Arda.

Di balik pandemi yang memukul hampir semua sektor termasuk seni musik, Arda merasakan ada hikmah tersendiri. Salah satunya bisa melahirkan karya yang jujur. ”Sejak dulu terjebak di manggung dan manggung, sampai lupa dengan kewajiban sebagai musisi yang harus bikin karya. Ya, adanya pandemi ini bikin kami menyadari hal itu,” tuturnya.
Sudah setahun terakhir Arda belum sekali pun tampil live di depan massa. Selain tidak banyak event yang digelar, menimbulkan kerumunan merupakan pantangan di masa pandemi korona. ”Alhamdulillah masih bisa berkarya. Karya terbaru saya (single duet bersama Tantri) berjudul Cerita SMA,” ungkap bapak dua anak asli Kota Madiun itu.

Sementara, Tantri baru beberapa hari lalu mencicipi panggung live music. Dia bersama Kotak Band tampil di event Gebyar PON XX Jayapura. ‘’Yang pasti protokol kesehatannya ketat banget. Sebelum naik panggung di-swab dulu, meskipun sebelum berangkat ke sana sudah tes,’’ jelas Tantri.
Sebelum tampil di Jayapura itu, Tantri lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengurus keluarga. Kebetulan saat awal pandemi dia melahirkan. Enam bulan pasca persalinan, Tantri menekuni hobi bercocok tanam. ”Setelah pandemi jalan setahun, kami berdua bikin channel YouTube. Karena tak banyak job musik, kami bisa lebih fokus,” tuturnya.

Tantri juga merasakan hikmah tersendiri di balik pandemi. Salah satunya memiliki lebih banyak waktu untuk berkumpul bersama keluarga. ”Di situ juga kami introspeksi. Dulu banyak job sampai terbuai dengan jadwal manggung dan jarang kumpul keluarga,” ujarnya. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button