Madiun

Nggak Percaya Covid-19? Mending Daftar Relawan Saja

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Krisis tenaga kesehatan (nakes) mengancam RSUD Soedono Madiun (RSSM). Total 88 nakes terkonfirmasi Covid-19. Tujuh di antaranya dokter. Lainnya, 44 perawat dan bidan, dua analis, serta 35 tenaga administrasi. ‘’Dapat dibayangkan kesulitan kami membagi tenaga ini, menyiapkan ruangan dan sarpras untuk perawatan pasien Covid-19 yang melonjak,’’ kata Plh Direktur RSSM Dwi Siwi Mardiati, Kamis (8/7).

Siwi memastikan tidak seluruh nakes tersebut terpapar dari rumah sakit. Sebagian lainnya terpapar dari luar rumah sakit. Pun tidak semua berasal dari ruang perawatan isolasi Covid-19. ‘’Kami tidak bisa menjamin setelah di luar jam kerja, kegiatan apa, di mana, kami tidak bisa membatasi mereka. Karena itu paparan dari luar,’’ ujarnya.

Saat jumlah nakes semakin berkurang, pasien Covid-19 yang butuh perawatan kian bertambah. Akibatnya, sulit merawat pasien secara ideal jika jumlah nakes terus berkurang. Idealnya, satu perawat menangani empat pasien Covid-19. Sehingga, beban nakes yang tersisa bertambah. ‘’Akhirnya, mau tidak mau kami memobilisasi perawat dari unit layanan lain ke ruang perawatan Covid-19 untuk memenuhi ideal,’’ terangnya.

Siwi menyebut, ada beberapa layanan yang terpaksa ditutup lantaran perawat dialihkan ke ruang isolasi untuk membantu perawat yang tersisa. Seperti unit layanan stroke, seluruh nakes dipindahkan ke isolasi Covid-19. Unit lain seperti ruang infeksius yang hanya disisakan dua tempat tidur (TT), nakesnya diperbantukan ke ruang isolasi. ‘’Mau tidak mau teknik kami jalankan untuk merawat pasien Covid-19,’’ jelasnya.

Perlu tambahan amunisi di ruang isolasi mengantisipasi gelombang lonjakan kasus. RSSM telah membuka rekrutmen relawan perawat. Siapa saja diberi kesempatan untuk ikut asalkan memenuhi syarat yang dibutuhkan. Namun, animo pendaftar minim. Hingga kini hanya ada empat pendaftar yang bersedia. ‘’Sudah ada yang daftar. Tapi, belum proses selanjutnya, mundur. Mungkin takut,’’ ungkapnya.

Siwi menambahkan, relawan itu nantinya mendapat pembekalan dan pelatihan khusus sebelum diterjunkan ke ruang isolasi untuk membantu nakes yang ada. Pembekalan berkaitan soal pencegahan dan pengendalian infeksi. Seperti pengetahuan zona risiko yang harus dipahami. ‘’Sampai saat ini jumlah yang kami inginkan belum terpenuhi,’’ tuturnya.

Di sisi lain, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memproteksi nakes. Salah satunya pemberian makanan tambahan dengan nilai gizi tinggi, terutama protein. Juga menambah suplemen vitamin untuk menjaga kondisi tubuh nakes agar tetap fit. ‘’Karena memang ada peningkatan kasus, otomatis beban nakes bertamabah, sementara jumlah nakes berkurang,’’ pungkasnya.

Nah, untuk yang angel tuturane, masih abai protokol kesehatan, apalagi tidak percaya Covid-19. Silakan mencoba langsung jika ingin membuktikan. Caranya, daftar menjadi relawan perawat ruang isolasi di RSSM. Saat ini rumah sakit milik Pemprov Jatim itu sedang butuh amunisi tambahan di ruang isolasi lantaran banyak nakes bertumbangan. Bersedia? (kid/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button