Nganu

Ngebet setelah Tahu Indahnya Honeymoon

Jawa Pos Radar Madiun – Sejak pandemi Covid-19 melanda, hari-hari Cenil, 18, lebih banyak dihabiskan dengan ongkang-ongkang di rumah. Setiap usai mengerjakan tugas sekolah, tak banyak hal lain yang dilakukannya. Apalagi, Gethuk, 20, kekasihnya, sedang merantau di Surabaya. Pun, keduanya hanya bisa teleponan saat malam.

Jika tidak buka-buka media sosial (medsos), Cenil menghabiskan waktu dengan main ke rumah Lopis, tetangganya. Singkat cerita, suatu hari Lopis menikah. Saat mendapat cerita indahnya menikah, terutama saat honeymoon, Cenil pun ngebet kawin.

Tak mau menunggu lama, Cenil buru-buru ngomong ke orang tua berniat segera menikah. Namun, ditolak lantaran Cenil merupakan anak semata wayang. Orang tuanya menginginkan gadis itu setidaknya menuntaskan pendidikan terlebih dahulu.

Kendati demikian, Cenil bersikukuh pada pendiriannya hingga orang tuanya melunak. Apalagi, keluarga Gethuk juga merestui. Nah, karena Cenil masih di bawah umur, pihak KUA menolaknya. Kedua belah pihak keluarga kemudian mengajukan dispensasi ke pengadilan agama.

Dengan berbagai pertimbangan, permohonan dispensasi nikah Cenil dikabulkan. ‘’Tidak paham dengan jalan pikirannya (Cenil). Maunya menikah. Sudah tidak bisa dilarang,’’ kata Klepon, ayah Cenil. (irs/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button