Ngawi

Ngawi Zona Merah Covid-19

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kasus persebaran Covid-19 di Ngawi berisiko tinggi. Status zona merah pun disandang Bumi Orek-Orek Rabu (23/6). Di Ngawi, saat ini menghadapi lonjakan kasus penularan Covid-19 sehingga tingkat keterpakaian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) untuk pasien di rumah sakit di wilayah itu meningkat.

Dari total 158 bed di RSUD dr Soeroto, RS Widodo, At-Tin Husada, dan karantina fasilitas khusus (karfaskus) Agro Techno Park (ATP) telah terisi 117 pasien. Dinas kesehatan (dinkes) mencatat tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) mencapai 79,05 persen.

Kondisi tersebut tentu menjadi sinyal bahaya bagi masyarakat dan pemkab. Sebab, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberi batas aman BOR di bawah 60 persen. ‘’Kasus konfirmasi positif terus meningkat,’’ kata Sekretaris Dinkes Ngawi Heri Nur Fahrudin, Kamis (24/6).

Heri mengatakan, status ATP saat ini hanya untuk isolasi pasien Covid-19 tidak bergejala. Pekan depan, bangunan agrowisata di Kecamatan Ngrambe itu dimaksimalkan sebagai rumah sakit lapangan. Ranjang perawatan ditambah 14 unit hingga menjadi 37. Peralatan dan tenaga medisnya ditunjang empat puskesmas terdekat. Yakni, Puskesmas Ngrambe, Sine, Jogorogo, dan Kendal. ‘’Antisipasi lonjakan,’’ ungkapnya. (sae/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button