Ngawi

Ngawi Transisi Musim Hujan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Cuaca di Ngawi belakangan ini tidak menentu. Hujan mengguyur wilayah barat, timur terang benderang, dan selatan awan mendung. ‘’Oktober memang beberapa kali hujan, tapi belum masuk musim penghujan,’’ kata Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi Alfian Wihaji Sudono Jumat (11/10).

Menurut Alfian, hujan masih akan mengguyur beberapa pekan ke depan di wilayah barat. Seperti Mantingan, Pitu, hingga Ngawi. Curahnya ringan dan dengan durasi terbilang pendek. ‘’Sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap kondisi kekeringan saat ini,’’ ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya memprediksi musim penghujan terjadi pertengahan atau akhir November. Karenanya, wilayah terdampak kekeringan masih berpotensi meluas. Penyaluran air bersih masih terus dilakukan. ‘’Beberapa minggu ini intensitas pengiriman malah meningkat,’’ tuturnya.

Alfian menyebut, tiga pemerintahan desa (pemdes) telah mengajukan permintaan air bersih. Sedangkan yang mengalami kekeringan parah mencapai 48 desa. Desa Babadan, Paron, terparah. Ratusan kepala desa tiga dusun desa itu dilanda krisis air bersih. ‘’Sekitar 440 KK (kepala keluarga, Red) atau 1.700 warga,’’ ungkapnya.

Tingginya permintaan dropping membuat pihaknya pintar mengelola pendistribusian. Warga penerima diharapkan hemat menggunakan air bantuan. Memanfaatkan untuk memasak dan minum. Sedangkan keperluan mandi dan mencuci menggunakan air sumur dalam persawahan. ‘’Kami antisipasi bukan air kotor yang dikonsumsi warga,’’ katanya. (gen/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close