Madiun

New Normal Rumah Ibadah, Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan

MADIUNJawa Pos Radar Madiun – Seluruh tempat ibadah di Kota Madiun diperkenankan kembali menjalankan kegiatan keagamaan dengan memperketat protokol pencegahan dan kesehatan Covid-19.

Jubir TGTPP Covid-19 Kota Madiun Noor Aflah mengatakan, hingga kini sudah ada beberapa tempat peribadatan yang mengajukan permohonan untuk dibuka kembali. Pihaknya segera mengecek kesiapan setiap tempat ibadah untuk dilaporkan ke forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). ‘’Restoran saja sudah boleh buka, masak tempat ibadah nggak boleh,’’ kata Aflah.

Tim gugus bakal rutin melakukan pengecekan kesiapan tempat ibadah menyongsong new normal. Dipastikan, jamaah yang menghadiri kegiatan keagamaan dibatasi dan hanya yang berdomisili di sekitar rumah ibadah. ‘’Kami sarankan tidak menerima jamaah dari luar kota yang masuk zona merah,’’ ujarnya.

Saran TGTPP, kapasitas rumah ibadah maksimal 30 persen dari jumlah sebelumnya. Jika sebelumnya menampung 100 jamaah, kini hanya untuk 30 orang. Jarak diatur minimal 1-1,5 meter. ‘’Ketentuan ini berlaku untuk seluruh tempat ibadah di kota ini,’’ terangnya.

Wali Kota Madiun Maidi meminta setiap tempat ibadah disterilisasi setiap hendak ditempati. Seluruh jamaah berkewajiban membendung persebaran Covid-19. Perlahan, masyarakat mulai terbiasa dengan tatanan pola hidup baru. ‘’Tatanan kehidupan baru sudah kita jalankan sebulan lalu. Mal di buka, PKL dipersilakan berdagang, masjid dan tempat ibadah juga tidak dilarang melangsungkan peribadatan asalkan memperhatikan protokol kesehatan,’’ kata Maidi. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button