Pacitan

Nelayan Trauma Pencurian Mesin Tempel

PACITAN – Peristiwa hilangnya mesin tempel perahu di kolam labuh Tamperan, Sidoharjo, Pacitan, Minggu lalu (17/2) membuat para nelayan setempat resah. Apalagi, ini bukan kejadian pertama. Selama ini perahu disandarkan berjejer hingga puluhan unit. Aksi panjang tangan itu pun membuat para nelayan trauma. ‘’Tahun lalu juga pernah ada yang kehilangan mesin perahu,’’ kata Haryono, salah seorang nelayan setempat, kemarin  (19/2).

Haryono mengungkapkan, tahun lalu yang dicuri juga mesin tempel 15 PK. Padahal, kondisi pelabuhan juga ramai nelayan dan pemancing. Pun setiap hari Tamperan tak pernah sepi dari aktivitas warga. ‘’Malam itu juga ada orang memancing, atau nelayan yang bersiap melaut,’’ terangnya.

Kondisi pelabuhan yang dipadati nelayan dari berbagai daerah dinilai bak pedang bermata dua. Bisa aman lantaran ramai. Namun, di sisi lain nelayan tidak saling mengenal satu sama lain. Terlebih, nelayan dari luar Pacitan. Kebanyakan mereka hanya singgah. ‘’Kalau yang dibawa mesin, kita juga tak tahu itu miliknya atau bukan. Karena banyak kapal atau perahu dan nelayan,’’ ujar warga lingkungan Teleng, Pacitan, itu.

Haryono menduga faktor ekonomi jadi penyebab kasus pencurian tersebut. Pasalnya, harga jual satu unit mesin tempel bisa mencapai belasan juta rupiah. Dia mencontohkan satu unit mesin merek Yamaha 15 PK baru dibanderol Rp 27 juta. ‘’Mungkin kalau bekas Rp 15 juta masih laku,’’ terangnya.

Para nelayan benar-benar geram. Tak sedikit pula yang waswas kejadian serupa terulang. Masalahnya para nelayan ogah bolak-balik bongkar pasang mesin tempel tersebut untuk dibawa pulang karena beratnya puluhan kilogram. Sementara beberapa titik di Tamperan cukup gelap pada malam hari. Sehingga, aktivitas di sekitar kolam labuh tak terlihat. ‘’Bingung jaganya bagaimana, sehingga dibiarkan saja,’’ pungkasnya. (mg6/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button