Pacitan

Nelayan Pacitan Desak Ekspor Baby Lobster Dilegalkan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Maju-mundur kebijakan pemerintah pusat mengatur jual-beli benur membuat nelayan di Pacitan gamang. Mereka tetap diperbolehkan melakukan penangkapan, namun tak boleh mengekspor ke luar negeri.

Prospek baby lobster tak perlu diragukan. Bisa dapat segenggam saja, harganya bisa tembus jutaan. Namun, untuk pengembangannya harus diekspor. Simalakama itulah yang membuat pemerintah pusat beberapa kali harus merevisi aturan penangkapan hewan kerabat udang ini. ‘’Pangsa pasar benur itu di Filipina dan Thailand,’’ kata Plt Kepala Dinas Perikanan Pacitan Sumorohadi, Senin (10/5).

Merujuk legalitasnya kini, ekspor tak boleh dilakukan lagi. Alhasil, nelayan pun gigit jari jika memaksakan diri berburu benur. Menimbang harganya yang bergelimang, terlampau sayang bila dijual dalam kondisi bibit anakan. ‘’Kita belum bisa mengembangbiakkan atau membesarkan sendiri,’’ ujarnya.

Sumorohadi menyebut, tak sedikit nelayan yang telah mengurus izin penangkapan benur. Namun, larangan ekspor membuat mereka terpaksa angkat jangkar. Daripada sia-sia akhirnya beralih menangkap ikan. Meski hasil penjualannya tak sebanyak sebelumnya. ’’Seekor benur harganya puluhan ribu. Di sini sudah banyak nelayan yang punya kemitraan. Mereka berharap ekspor diperbolehkan. Kita berupaya menyampaikannya ke provinsi dan pusat,’’ tuturnya. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button