Pacitan

Nego Perpres Percepatan Bangun Tanggul Grindulu

Pusat Diminta Perhatikan Bencana

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Bencana banjir menahun di sebagian wilayah setiap musim penghujan memantik keprihatinan Bupati Pacitan Indartato. Terkini, terjadi Senin lalu (2/3). Luapan Sungai Grindulu di Dusun Krajan, Temon, Arjosari, merendam ratusan rumah di seputaran Pasar Arjosari. Meski tak lama, namun ketinggian air mencapai selutut orang dewasa. ‘’Kami usulkan pada pemerintah yang lebih atas, terkait penanganan bencana ini,’’ kata bupati Rabu (4/3).

Menurut Pak In, sapaan bupati, saat ini pihaknya tengah menegosiasikan Peraturan Presiden (Perpres) 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan. Sebab, Pacitan jadi salah satu wilayah ‘’terdampak’’ kebijakan tersebut. Pak In berharap bisa menyisipkan pembangunan parapet di tepi Sungai Grindulu. ‘’Kondisi masyarakat Pacitan seperti ini. Kasihan rakyat jika setiap musim penghujan selalu terdampak bencana banjir,’’ ucapnya.

Dia optimistis negosiasi tersebut bisa dilakukan. Terlebih saat ini pemerintah pusat masih memverifikasi perpres tersebut.  Beberapa waktu lalu pihaknya sempat sowan ke Komisi VI DPRD Jatim untuk membantu negosiasi penambahan usulan parapet Grindulu. Pak In menargetkan, pemasangan tanggul tersebut dapat dilakukan setidaknya di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Pacitan dan Arjosari. ‘’Tujuannya agar bibir sungai tidak tergerus dan air tidak meluap jadi banjir,’’ jelasnya.

Beberapa kali pemkab juga menyurati Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo selaku pengelola sungai tersebut. Pun minta sedimentasi di Sungai Grindulu lekas ditangani. Bahkan, pihaknya turut menyertakan surat dari kepala desa sebagai bukti dampak pendangkalan tersebut. ‘’Sampai saat ini belum ada tindak lanjut. Padahal kepala DPUPR maupun saya sendiri sudah sering komunikasi,’’ sesalnya.

Di bagian lain, terkait penanganan bencana di wilayah Kecamatan Bandar, Pak In berencana menggunakan dana kedaruratan untuk memperbaiki dampak hujan deras Senin lalu (2/3) itu. Termasuk jembatan di Desa Jeruk yang putus diterjang banjir. ‘’Semoga tidak terlalu besar. Seumpama nggak cukup, kami akan ajukan ke pemerintah yang lebih atas,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan Edi Yunan menyebut negosiasi Perpres 80/2019 tersebut bakal diajukan ke Kementerian PUPR. Dia berharap bisa terealiasi. Sebab, jika menggunakan sumber anggaran lain bakal butuh waktu panjang. Meski jika terealisasi pun proses pembangunannya butuh waktu. ‘’Mungkin nggak bisa langsung semuanya. Tergantung, jika oke nanti anggarannya berapa,’’ ucapnya. (gen/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button