Ngawi

Nasib Petani Tembakau Kian Pahit

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Para petani tembakau di Ngawi kini benar-benar dalam kondisi terjepit. Di tengah kesulitan memasarkan hasil panen, ternyata sampai sekarang mereka belum terdaftar sebagai calon penerima program jaring pengaman sosial (JPS).

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Ngawi Sojo mengakui bahwa sejumlah petani sudah mendapat jenis bantuan lain. Misalnya, program keluarga harapan (PKH) dan bantuan sosial tunai (BST). Namun, dia menilai hal itu belum cukup.

Sojo berharap, pemerintah juga memberikan insentif bagi petani tembakau secara langsung. ‘’Kami pastikan dari sekitar 5 ribu petani yang tergabung dalam APTI Ngawi tidak ada yang mendapat bantuan, khususnya yang terkait tembakau,’’ ujarnya Rabu (30/9).

Dia menyebut pandemi korona benar-benar memukul pasar tembakau. Itu seiring langkah pabrik rokok memangkas anggaran belanja bahan baku. ‘’Biasanya setiap tahun perusahaan besar seperti Gudang Garam dan Djarum membeli tembakau timbunan dalam gudang yang tunda jual. Tapi, karena pandemi, sekarang tidak ada yang beli,’’ ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Ngawi Yuwono Kartiko mengatakan, para petani tembakau seharusnya masuk kelompok penerima bantuan sosial dari pemerintah. ‘’Mereka berhak menerima bansos (bantuan sosial, Red) karena menjadi kelompok terdampak langsung pandemi Covid-19,’’ katanya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button