Magetan

Nasib Pedagang Pasar Mangge, Barat Masih Tak Menentu

Pilih Manfaatkan Bedak Nganggur

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Nasib pedagang Pasar Mangge, Barat, yang kiosnya terdampak kebakaran pada Oktober tahun lalu hingga kini masih tidak menentu. Mereka belum mendapatkan tempat relokasi.

Tak mau penghasilan semakin menipis, sejumlah pedagang sejak dua pekan lalu memilih berjualan di bedak-bedak yang tak terpakai. ”Mau gimana lagi, daripada nganggur di rumah,” ujar Karti, salah seorang pedagang sembako, Selasa (21/1).

Pasca kiosnya terbakar, awalnya Karti berjualan di rumah. Namun, penghasilan tidak sebanyak di pasar lantaran pembeli turun signifikan sebelum akhirnya kembali berjualan di pasar. ‘’Semula dagangan dibawa pulang. Tapi, daripada repot akhirnya pinjam tempat,” katanya.

Hal serupa dilakukan Sutomo, pedagang jajanan. Dia juga memanfaatkan bedak tak terpakai untuk berjualan. Letaknya tak jauh dari kiosnya yang terbakar. ”Permintaaan pelanggan juga (kembali berjualan di pasar),” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Sarpras Disperindag Darmaji mengakui pihaknya belum bisa menyediakan tempat relokasi para pedagang. Pun, dia mempersilakan mereka memperbaiki sendiri kiosnya.

Ditanya soal peminjaman tempat untuk berjualan, dia tak mempermasalahkan. ‘’Sebenarnya ada lahan kosong (untuk relokasi), tapi lokasinya terlalu jauh. Nanti malah berdampak pada penjualan mereka,” ungkapnya.

Meski begitu, Darmaji memastikan kios yang rusak itu diperbaiki tahun ini. Masing-masing mendapat alokasi dana perbaikan senilai Rp 60 juta. Selain itu, dilakukan perbaikan tempat pembuangan sampah (TPS) di timur pasar. Total anggaran untuk rehabilitasi Pasar Mangge mencapai Rp 400 juta. ”Semoga tidak ada kendala,” harapnya. (fat/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close