Madiun

Napi Lapas Pemuda Tipu Pengusaha Madiun dari Dalam Penjara

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Narapidana Lapas Pemuda Kelas II-A Madiun berulah. Adalah Deni Erdianto dan Dedy Eko Wibisono, warga binaan lapas itu diduga telah melakukan tindak pidana penipuan terhadap Deddy Santoso, pemilik Toko Barokah.

Deddy tertipu tiga kali. Pertama, 19 Juni lalu, saat menerima orderan melalui WhatsApp (WA) atas nama Ayu Dewi Sartika. Pesanannya berupa consumer goods atau barang kebutuhan rumah tangga. Pesanannya bertahap dengan total belanja Rp 33,9 juta. ‘’Kami tidak merasa ada kejanggalan waktu itu,’’ kata Deddy, Kamis (2/9).

Pesanan diambil ke tokonya melalui jasa angkut. Deddy percaya lantaran pelaku mengirim bukti pembayaran melalui transfer ke rekening miliknya. Keesokan harinya, dia mendapat orderan serupa dengan nomor WA berbeda. Pemesannya atas nama Vivi Rahmadhani. Consumer goods yang dipesan total Rp 8,7 juta. Pun diambil jasa angkut. Lagi-lagi Deddy percaya lantaran ada bukti transfer. ‘’Barang diambil jasa angkut tiga kali,’’ lanjutnya.

Kebetulan, dua hari itu pas Sabtu-Minggu. Saat hari efektif kerja, atau lusa setelah orderan dipenuhi, Deddy mengecek tabungan. Nahas, tak ada rekam jejak cuan masuk ke rekeningnya. Deddy pun sadar telah ditipu. Dia lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Manguharjo. ‘’Setelah kami cek dan konfirmasi ke pihak bank, ternyata tidak ada perubahan saldo masuk ke rekening saya,’’ ungkapnya.

Belum tuntas polisi bergerak mengendus pelaku, kejadian sama kembali terulang. Agustus lalu, ada orderan serupa. Kejadian terakhir itu pelaku atas nama Nasyalala. Alih-alih untung, Deddy kembali buntung. Barang pesanan sudah diambil jasa angkut, namun pembayaran tak kunjung masuk rekeningnya. ‘’Heran saya, masih ada yang memanfaatkan situasi sulit seperti ini untuk menipu,’’ tuturnya.

Aditya Setyo Raharjo, kuasa hukum Deddy, menaksir kerugian total kliennya mencapai Rp 42,6 juta. Dia menyebut bahwa kejadian pertama dan kedua telah ditangani Polsek Manguharjo. Diduga kuat dua kasus itu diotaki napi. ‘’Berdasarkan keterangan aparat kepolisian setelah dilakukan pengembangan, pelaku saat ini masih berada di dalam Lapas Pemuda Kelas II-A Madiun,’’ ungkap Aditya.

Dia menyayangkan lemahnya pengawasan di hotel prodeo tersebut. Napi dapat mengakses handphone, bahkan lihai mengendalikan aksi penipuan. Dia menduga pelaku ahli di bidangnya. Melihat modus yang dilakukan sangat rapi. ‘’Bisa membuat screenshot bukti transfer dan lain-lain mirip aslinya. Kami sayangkan, kenapa mereka bebas pegang handphone padahal di dalam lapas,’’ ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Manguharjo Kompol Mujo Prajoko mengungkapkan bahwa pesanan fiktif di Toko Barokah dilakukan beberapa kali. Dia berjanji akan memberikan keterangan lebih lanjut setelah semuanya selesai. ‘’Betul sekali, pesanan fiktif di Toko Barokah. Pesanan barang sudah diambil, tapi uang tidak masuk. Modusnya bukti transfer diedit. Sementara gitu ya, ini masih rapat, besok keterangan lebih lanjut,’’ kata Mujo singkat. (kid/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button